RCTI meminta penjelasan Komisi Penyiaran Indonesia terkait penayangan iklan kampanye di stasiun tersebut pada 17 Agustus 2008 yang menurut KPI Pusat melebihi waktu maksimum durasi tayang iklan kampanye. Dalam pertemuan di KPI Pusat siang tadi, Corporate Secretary RCTI Gilang Iskandar menjelaskan bahwa menurut Undang-undang Pemilu, definisi kampanye adalah penyampaian visi-misi peserta Pemilu. "Kami rasa, penayangan iklan pada tanggal 17 agustus 2008 merupakan iklan ucapan selamat HUT RI sehingga tidak termasuk iklan kampanye". Gilang juga menambahkan iklan yang ditayangkan stasiunnya tidak ada yang merupakan iklan kampanye yang menurut Undang-undang adalah penyampaian visi-misi peserta Pemilu.
Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja, menanggapi pernyataan ini menjelaskan bahwa definisi kampanye yang disebut dalam Undang-undang masih terlalu luas. Dalam peraturan KPU No 19 tentang Kampanye yang lebih operasional, iklan kampanye telah diatur secara lebih rinci. kategori iklan kampanye dalam peraturan tersebut adalah iklan kampanye komersial dan iklan kampanye layanan masyarakat. Kedua jenis iklan ini sama-sama dibatasi dan diatur oleh peraturan tersebut. Yaitu maksimal 10 kali tayang dalam satu hari dengan durasi tayang maksimal 30 detik per-spot.Sasa juga menambahkan bahwa KPI Pusat dan Bawaslu sudah memiliki kesepakatan untuk mengawasi penayangan iklan kampanye di stasiun TV selama masa kampanye ini.
Dalam kaitan itu, Gilang kemudian mengusulkan agar KPI membuat panduan praktis mengenai iklan kampanye agar seluruh stasiun TV dapat memahami batasan-batasan dalam iklan kampanye. Sasa menyambut baik usulan ini serta menginformasikan kepada RCTI mengenai rencana media gathering yang akan diselenggarakan pada Kamis, 23 Oktober 2008. Media gathering yang juga bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan ketentuan-ketentuan mengenai iklan kampanye. Sasa juga mengharapkan semua stasiun TV untuk dapat hadir pada acara tersebut.Anggota KPI Pusat Moch Riyanto yang juga hadir menerima perwakilan RCTI dalam pertemuan ini menambahkan bahwa yang terpenting adalah stasiun TV telah memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta Pemilu. "Walaupun dalam kenyataannya yang punya uang untuk beriklan hanya beberapa partai, namun stasiun TV sudah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta Pemilu untuk beriklan", kata Riyanto.
16 Oktober 2008
RCTI Minta Penjelasan KPI Soal Teguran Terkait Iklan Kampanye
10 Oktober 2008
KPID Surati Dua TV Lokal Jabar Terkait Kategori Acara
KPID Jawa Barat meminta secara tegas kepada lembaga penyiaran di Jabar khususnya lembaga penyiaran televisi untuk segera mencantumkan klasifikasi program siaran. Hal itu terungkap dalam surat KPID Jabar pada dua stasiun televisi lokal Jabar yakni MQ TV dan BTV yang ditembuskan ke KPI Pusat, pekan ini.
Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa permintaan KPID Jabar didasari atas amanah UU No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 36 ayat (3) yang menyebutkan bahwa isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada khalayak khusus yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan dan/atau menyebutkan klasifikasi dalam 4 (empat) kelompok yaitu, klasifikasi A untuk anak, R untuk remaja, D untuk dewasa dan SU untuk semua umur.
Pencantuman klasifikasi program tersebut, menurut KPID Jabar juga sudah sesuai dengan pedoman perilaku penyiaran (P3) pasal 11 serta standar program siaran (SPS) pasal 62 bahwa lembaga penyiaran televisi wajib menyertakan informasi tentang penggolongan program siaran berdasarkan usia khalayak penonton.Pada akhir surat juga dijelaskan bahwa pelanggaran terhadap hal-hal tersebut dapat dikenakan sanksi administratif sesuai dengan UU No.32 tahun 2002 tentang Penyiaran pasal 55 ayat (1).
05 Oktober 2008
Metro TV : Komedi di Depan Mesin Kopi
Harian Kompas menulis : Hanya mengandalkan satu kamera statis, lahir sebuah sinetron komedi (sitkom) yang ringan dan menarik. Inilah terobosan MetroTV melalui program ”Camera Cafe”. Dibandingkan sitkom yang lain, ”Camera Cafe” benar-benar berbeda. Sinetron itu menggunakan kamera statis dengan sudut pengambilan gambar hanya dari depan atau dari arah pemirsa. Seluruh pemain dalam sitkom ini pun menghadap lurus ke arah kamera yang diandaikan berada di atas mesin kopi (coffee machine). Kamera statis ini seolah mewakili mata pemirsa yang merekam semua adegan di depannya. Setting sitkom ini juga minimalis. Hanya sebuah ruang istirahat di depan mesin kopi di sebuah kantor. Semua peristiwa berpusat di sini ketika karyawan istirahat sejenis sambil menikmati kopi dan berbicang-bincang. Karena hanya menggunakan satu kamera statis dan setting tunggal, cerita sitkom ini harus kuat, aktornya harus berkarakter, dan pembuatnya harus kreatif dalam mengambil gambar. Mari kita tengok bagaimana elemen-elemen tersebut bisa digarap dalam ”Camera Cafe”.
Jalinan cerita dalam ”Camera Cafe” dibuat sesederhana mungkin. Tema yang diangkat berkisar hubungan bos dan anak buahnya, gosip kantor, dan cerita cinta kantor. Pada episode 22 September diceritakan, sang bos meminta sekretarisnya membelikan pot bunga. Pada adegan lain, si sekretaris mengeluhkan perintah bosnya ini ke rekan kerjanya, John (Andre Stinky). John yang dikenal playboy menawarkan diri kepada sang sekretaris untuk membelikan pot bunga tersebut.
Pada adegan yang lain, John bercerita kepada Harvey (Auie) bahwa dia akan membeli pot untuk si bos. Harvey mengingatkan bahwa pot bunga harganya bisa mencapai Rp 500.000 per buah. John kaget. Adegan selanjutnya, John bertemu Sulaeman (Fahmi Bo). Dia merayu Sulaeman untuk investasi bisnis pot. Nanti, pot itu akan dijual kepada bosnya. Pada adegan penutup, Harvey membeli pot dan menyerahkan kepada bosnya. Si bos berterima kasih, memujinya, dan mengganti biaya pembelian pot seharga Rp 500.000. Selanjutnya, John dan Sulaeman datang menggotong pot dan menyerahkannya kepada si bos. Si bos menatapnya acuh dan berkata, ”Saya tidak butuh pot.” Semua adegan dibungkus dalam situasi komedi.
Meski ceritanya tidak memiliki kedalaman, pembuat ”Camera Cafe” tidak terjebak pada komedi konyol yang hanya memancing tawa dengan mengolok-olok kekurangan fisik orang lain.
Bagaimana pengambilan gambar dengan kamera statis tidak membuat jemu penonton? Pembuat ”Camera Cafe” menyiasati keterbatasan itu dengan memecah cerita dalam beberapa adegan. Masing-masing adegan dipisahkan dengan bumper, semacam penanda peralihan dari satu adegan ke adegan lain. Dalam sitkom ini, bumper tersebut berupa gambar kucuran kopi ke dalam cangkir bertuliskan ”Camera Cafe”. Teknik ini membuat cerita tampak bergerak dan tidak membosankan.
Pembuat sitkom juga memvariasikan cara pengambilan gambar dengan teknik close up, medium close up, hingga long shot. Dengan cara ini, gambar yang muncul tidak membosankan. Durasi sitkom juga dibuat pendek. Setiap episode hanya berlangsung selama 3 menit hingga 5 menit.
Production Manager MetroTV Agus Mulyadi, Kamis (25/9), mengatakan, pihaknya memaksimalkan blocking pemain. ”Karena setting sinetron ini hanya di dalam sebuah ruangan, kami mengatur blocking pemain sedemikian rupa. Mereka keluar masuk bergantian dari arah yang berbeda,” kata Agus. Selain itu, dia benar-benar menyeleksi ketat para pemain. ”Kami sadar sitkom semacam ini hanya bisa berhasil jika aktornya bagus,” ujarnya.
Meski aktingnya tidak bagus-bagus amat, para pemain ”Camera Cafe” bisa bermain dengan cukup wajar. Setidaknya, mereka tidak sekadar memelototkan mata ketika mengekspresikan kemarahan seperti yang lazim dilakukan kebanyakan pemain sinetron karbitan. Agus menjelaskan, program ini adalah versi Indonesia dari acara serupa yang ditayangkan di Channel M6, Perancis. Acara ini telah dibuat dalam beberapa versi di 25 negara, termasuk di Thailand dan Filipina. Acara yang ditayangkan tiga kali sehari (pukul 08.55, 14.27, dan 20.55), menurut Agus, mendapat respons yang baik dari penonton. ”Pemirsa kaget melihat sitkom seperti ini di MetroTV.” Dia berharap ”Camera Cafe” bisa memberi warna lain pada stasiun yang kesannya serius ini.
04 Oktober 2008
FPI Mau Bikin TV dan Radio
Berita dari Inilah.com : Jika sejumlah partai politik dan pengusaha kini sibuk membuat media menghadapi Pemilu 2009, Front Pembela Islam tampaknya tak mau kalah. Bahkan, tak tanggung-tanggung, mereka mengaku akan membuat televisi dan radio sekaligus.
Hanya saja, menurut mereka tujuan pendirian dua media elektronik itu bukan untuk menghadapi Pemilu 2009. Melainkan karena merasa banyak media yang menyudutkan FPI terkait insiden kerusuhan Monas 1 Juni lalu.
"Dikit lagi ane punya TV sendiri. Kite nggak mau diwawancara TV-TV lain, biar diwawancara oleh TV kite sendiri," papar Ketua FPI Habib Rizieq Shihab. Rizieq mengatakan, dengan memiliki dua media elektronik itu, FPI tidak takut dengan berita yang dinilainya mendiskreditkan ormasnya. Rizieq bahkan menantang para musuhnya untuk berperang lewat media. "Kita sedang garap. Para investor sudah ada. Sekarang sudah ada website. Sekarang kita gelontorkan TV. Nanti radio juga ada. Ayo perang lewat media. Boleh, ane nggak takut dikerubuti TV-TV," tegasnya. Ketika ditanyai apa nama stasiun televisi dan radio tersebut, Rizieq belum bersedia menyebutkan. "Nanti. Sedang dalam proses. Kita sounding dulu," tandasnya.
02 Oktober 2008
Televisi Ramai-ramai Bikin Paket Lebaran
Mudik memang telah menjadi tradisi, tetapi tidak semua perantau melakukannya, dan bagi mereka yang tidak mudik dan memilih tinggal di rumah, tayangan televisi program spesial lebaran bisa menjadi hiburan di hari kemenangan. Beragam acara ditawarkan stasiun televisi. Trans TV, misalnya, mulai Senin (29/9) hingga 4 Oktober menayangkan sejumlah program "in house"-nya, termasuk The Best of Sketsa setiap pukul 10.30 WIB, Bioskop Indonesia Spesial (13.30 WIB). Khusus untuk Malam Takbiran (30/9), stasiun ini akan menayangkan Konser Musik Takbir Cinta mulai pukul 21.00 WIB, menampilkan Peterpan, Nidji, d’masiv, Alexa, Afgan, dan Rossa. Acara dikemas dalam bentuk cerita drama musikal tentang kasih seorang ibu yang begitu tulus kepada anaknya, dengan menghadirkan Ustadz Jeffry Al Buchori sebagai pembahas cerita.
Pada Lebaran Hari Pertama (1/10), pemirsa disuguhkan siaran langsung Shalat Idul Fitri pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan penayangan Insert Pagi (07.30 WIB), Siapa Suruh Datang Jakarta (16.00 WIB), Akhirnya Datang Juga (19.00 WIB), Maju Terus Pantang Mundur (20.00 WIB), dan Musik Spesial Lebaran (21.00 WIB) yang menampilkan Peterpan dan d’masiv, dengan bintang tamu Luna Maya dan Darius Sinathrya. Trans TV juga menayangkan program-program unggulannya yang dikemas spesial khusus merayakan Lebaran, antara lain Suami Suami Takut Isteri, The Best of Extravaganza, dan Ngelenong Nyok.
Berbeda dari Trans TV, stasiun Indosiar lebih memilih menayangkan program dakwah, operet, wayang dan FTV, bakal ditayangkan pada 1 dan 2 Oktober. FTV yang ditayangkan masing-masing berjudul Mutiara Di Balik Cadar (1/10) dan Sejadah Cinta (2/10), keduanya ditayangkan pukul 20.00-22.00 WIB. Mutiara Di Balik Cadar berkisah tentang seorang pemuda alim bernama Farel yang jatuh cinta kepada wanita cantik bernama Robiah, namun ia juga pernah berpacaran dengan Malika, sepupu Robiah. Sedangkan Sajadah Cinta menceritakan kehidupan keluarga Sumantri yang sukses dalam usaha tetapi kurang beribadah. Ia juga seorang kikir dan akhirnya bangkrut serta terlilit utang. Sebagai pelengkap, Indosiar juga menayangkan program komedi Lebaran Dong .... Masa Lebaran Lah ...., menampilkan Eko Patrio, Viona, Alyssa Subandono, Irwansyah, Ruben Onsu, Yadi Sembako, Bobby dan Bagus, Miss Atiek (Miss Impian), Brenda Mamamia, Williana Mamamia dan sebagainya. "Selama ini tayangan komedi memang sangat dibutuhkan pemirsa untuk mengisi waktu di rumah saat Lebaran," kata kahumas Gufron Sakaril.
Selain Trans TV dan Indosiar, pemirsa juga bisa menyaksikan serangkaian program spesial Lebaran yang disiapkan TPI, yakni Langsung Beken Spesial (Tuan Takur dan masyarakat biasa yang ingin bisa tampil di televisi dan langsung terkenal), ditayangkan pada Rabu (1/10) pukul 20.00 WIB, FTV Komedi berjudul X-tra Heboh, ditayangkan pada Jumat (3/10) pukul 20.00 WIB, dan Musik Asyik Spesial Lebaran bersama Raja Dangdut H. Rhoma Irama, ditayangkan pada Sabtu (4/10) pukul 20.00 WIB. Di samping ketiga program spesial tersebut, selama Lebaran (1-2 Oktober) juga ditayangkan beberapa program unggulan, di antaranya siaran langsung Sholat Ied, Upin & Ipin, Layar Spesial Anak, dan Kisah Nyata Spesial Lebaran.
Sementara itu, stasiun antv menyiapkan tidak kurang dari 14 program spesial, mulai dari tayangan komedi hingga parade film Bollywood. Selain Meteor Kampus, film Warkop DKI, Kadir dan Doyok dan SBY atau Saling Bermaafan Yuk!! bersama Eko Patrio, Ulfa Dwiyanti, Dorce, dan Jojon, adalah beberapa acara yang diandalkan. Tontonan menarik lainnya termasuk Yang Muda Yang Beragama Spesial Idul Fitri, menghadirkan Ustad Jeffry Al-Bukhori yang akan membawakan obrolan bertopik Merayakan Kemenangan Mencapai Fitrah, dipandu Dik Doank, dan dimeriahkan kehadiran Opick, Edhu Petir, dan Wati Petir
01 Oktober 2008
Selamat Idul Fitri 1429 H
Moderator blog Dunia TV mengucapkan :
Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1429 H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin