Tampilkan postingan dengan label Anak Harus Dibatasi Nonton Televisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Harus Dibatasi Nonton Televisi. Tampilkan semua postingan

01 Juli 2009

KPID: Awasi Anak Nonton TV Saat Liburan

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara (Sumut), menghimbau para orang tua untuk mengawasi anaknya menonton televisi pada saat liburan sekolah.

Ketua KPID Sumut, Abdul Haris Nasution di Medan, Senin, mengatakan, apabila anak-anak yang belum mempunyai pemahaman yang kuat, akan terseret arus apabila tidak diarahkan orang
tuanya.

"Otaknya akan dijejali dengan cerita sinetron yang mengarahkan kepada kehidupan glamor, gosip artis, kekerasan, cerita mistik, serta tayangan iklan-iklan yang membuat si anak jadi generasi materialistik dan konsumtif," katanya.

Adegan yang tidak pantas dikonsumsi anak, akan membuat rangsangan kepada anak. Kecenderungan meniru dan mencoba apa yang dilihatnya.

Dia menambahkan, tidak semua acara televisi baik untuk anak. Diperkirakan sekitar 15 persen yang cukup mendidik, selebihnya mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis.

"Anak-anak menjadi kurang bermain dan menjadi ’ketagihan’ dengan televisi. Semangat belajar berkurang dan membuat malas belajar," katanya.

Akibatnya akan menyebabkan anak-anak kurang bermain, sehingga saat liburan sekolah, kebanyakan diisi dengan menonton televisi dan tidak membuat kreatif.

Dia mengharapkan para orang tua tetap meningkatkan kewaspadaannya menemani anak-anaknya menonton tayangan televisi pada saat liburan sekolah ini.

"Untuk itu masyarakat atau orang tua yang merasa terganggu dengan tayangan televisi segera melaporkan ke KPID," katanya. (Berbagai sumber)

Read More ..

05 Januari 2009

Anak Harus Dibatasi Nonton Televisi

Anak-anak sebaiknya dibatasi untuk menonton televisi selama 2 jam dalam sehari. Karena itu diperlukan sebuah kreativitas dari masing-masing keluarga untuk memberikan kegiatan lain selain menonton televisi.

Misalnya, melakukan gerakan sehari tanpa televisi. Selama tidak ada tayangan televisi pada satu hari itu, anak-anak bisa diajak membaca buku atau kegiatan positif lainnya. Tayangan televisi kini banyak yang tidak mendidik dan tidak pantas dilihat oleh anak-anak.

"Setidaknya hal itu memberikan tekanan pada industri televisi," kata B Gunarto dari lembaga Kidia saat menjadi pembicara dalam Seminar Sehari Pola Menonton Televisi Secara Aman dan Sehat untuk Anak yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Daerah (KPID) di Hotel Santika, Jalan Pandegiling, Surabaya, beberapa waktu lalu.

Gunarto menjelaskan, selain menerapkan sehari tanpa televisi, orangtua juga mempunyai peranan pada anak-anak. Orangtua harus mengarahkan jadwal anak-anak menonton televisi.

Sementara itu, pembicara lain yakni Gilang Iskandar, Corporate Secretary Media Nusantara Citra (MNC) Group menyatakan, bahwa anak-anak tidak hanya menonton tayangan untuk anak. Anak-anak saat ini juga melihat tayangan yang bukan untuk anak-anak.

Hal itu menjadi perhatian menarik pasalnya jam tayangan anak yang telah dibuat saat ini sesuai dengan kebisaan anak-anak. "Karena itu peran keluarga penting untuk membimbing anak-anaknya," tegasnya. (KPI)

Read More ..