Pernah dengar KEJAR TAYANG? Ya, itulah istilah bagi rumah produksi yang sinetronnya ditayangkan secara stripping (setiap hari). Tentu berdampak pada kualitas hasil produksi mereka.
Televisi di Indonesia juga KEJAR SETORAN, artinya mereka harus membayar hutang termasuk bunganya ke Bank. Ini berdampak pada kualitas program yang ditayangkan pada jam-jam utama.
Ingat, stasiun televisi juga KEJAR DEADLINE untuk siaran berjaringan yang diperpanjang selama 2 tahun kedepan, 28 Desember 2009. Dampaknya, acara lokal yang menjadi syarat berjaringan akan menjadi ASAL ADA. Yang penting syarat terpenuhi :-(
Televisi kita juga KEJAR SDM yang handal untuk menduduki posisi-posisi penting di perusahaan televisi. Orang-orang terkenal pindah kesana kemari dengan iming-iming gaji lebih besar dan menjadi pionir di stasiun tersebut. Dampaknya? Persamaan SELERA antara TV yang lama dengan TV yang baru dimana mereka bekerja.
Konglomerat Televisi juga berlomba-lomba KEJAR GENGSI. Makin tambah stasiun yang dimilikinya, makin bergengsilah dia. Ini bisa berdampak negatif bagi negeri ini. Bayangkan kekuatan yang mereka miliki dengan kepemilikan media yang begitu banyak! Ingat Information is Power?
Anda pun dapat menambahkan KEJAR-KEJARAN apa lagi yang sedang terjadi di media televisi kita saat ini. Apakah dana asing juga sedang mengejar stasiun televisi di Indonesia?
Tampilkan postingan dengan label Kejar Tayang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejar Tayang. Tampilkan semua postingan
25 Februari 2008
Stasiun Televisi Kita Sedang Kejar-kejaran
Langganan:
Postingan (Atom)