Tampilkan postingan dengan label Empat Mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Empat Mata. Tampilkan semua postingan

25 Mei 2009

Tukul Senang Ditegur KPI

Masih ingat Tukul ditegur KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) gara-gara mengeluarkan kata-kata berbau seks di acara Empat Mata? Bagi Tukul teguran itu akan teringat terus. Bahkan ia mengaku senang ditegur KPI.

Teguran itu menjadikan tukul lebih berhati-hati dalam membawakan acara. Bahkan saat ini di acara 'Bukan Empat Mata', Tukul sudah mengurangi omongan berbau seks.

"Yang kemarin saya sangat senang ditegur KPI. Itu sangat bermanfaat biar saya lebih berkualitas," katanya saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (24/5) pagi.

Tukul mengakui kesalahannya, katanya KPI sangat objektif mengawasi pertelevisian Indonesia. Langkah KPI untuk menegurnya di 'Empat Mata' pun sangat tepat.

"KPI itu sangat objektif. Kalau nggak ada laporan, mereka nggak akan bertindak," lanjutnya. (Banjarmasin Post)

Read More ..

24 Mei 2008

Penistaan Program Empat Mata???

Sebagai pemirsa televisi, kita tahu acara-acara apa saja yang menjadi andalan dimasing-masing stasiun televisi, baik itu acara olah raga, variety show, sinetron ataupun berita. Kita juga setuju jika acara "Empat Mata" yang dibawakan Tukul di Trans 7 merupakan acara unggulan yang banyak ditonton masyarakat Indonesia setiap malamnya. Acara tersebut telah banyak memberikan inspirasi dan hiburan, terlepas dari kekurangannya disana-sini yang harus diperbaiki. Namun akhir-akhir ini, beberapa kawan saya menyampaikan 'kemuakan'-nya, apa bila di acara tersebut diselipkan bintang tamu yang terlalu dipaksakan. Saya heran dengan masukan dari kawan saya itu. Apa yang dimaksud 'dipaksakan'? Setelah saya gali lebih dalam, oh.. ternyata maksudnya adalah bintang tamu yang mempropagandakan kepentingannya dalam dunia politik.

Ternyata betul, belum lama ini saya sempat menonton ketika bintang tamu yang 'dipaksakan' itu sedang diwawancarai Tukul, yaitu Bupati Kutai Timur, Awang Faroek Ishak. Plus orang-orang yang semangat sekali mempropagandakan pejabat daerah tersebut, diantaranya Angelina Sondakh (anggota DPR) dan Effendy Gazali (Republik Mimpi), yang turut mendukung pejabat tersebut dari barisan bangku penonton di studio.

Dua hari kemudian saya membaca koran, oh... rupanya Bupati Kutai Timur itu sedang bersaing untuk menjadi Gubernur Kalimantan Timur toh? Sontak saja saya ingat apa yang membuat teman saya kurang nyaman menonton acara Empat Mata beberapa waktu lalu. Wah, bisa rusak nih acara Empat Mata kalau sering-sering diselipin bintang tamu semacam itu. Tidak menarik sama sekali dan terlalu mengada-ada.

Tolonglah pengeloa Trans 7 dan Producer Empat Mata, jangan sampai mengorbankan kenyamanan pemirsanya hanya untuk mendapat uang tambahan atau kepentingan politik. Masih lebih baik banyak pesan sponsor produk tertentu atau kuis berhadiah dari pada yang politikan seperti itu. Selama ini kita lelah menyaksikan sandiwara politik di berbagai stasiun televisi. Biarkan acara Empat Mata menjadi hiburan yang murni dengan 'keluguan' Tukul Arwana sebagai pembawa acaranya. Carikan acara yang lebih pas buat para pedagang sapi politik untuk bisa tampil, jangan mengacak-acak program yang sudah enak ditonton. Ini memang pendapat pribadi, semoga menjadi masukan yang berarti. Apakah Anda setuju dengan saya?

Read More ..