Tampilkan postingan dengan label TV Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TV Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan

24 Desember 2009

Metro TV: Itu Cuma Lagu Natal Berbahasa Arab

Jakarta - Perayaan Natal berbahasa Arab meresahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan. MetroTV yang akan menyiarkan acara itu menyatakan perayaan Natal itu hanya diisi nyanyian, tidak ada misa. Cuma salah satu lagu berbahasa Arab.

Direktur Pemberitaan Metro TV Suryo Pratomo menyatakan, MetroTV hanya merelay saja, Jumat (25/12/2009) pukul 15.05 WIB. Acara sudah berlangsung di Istora.

"Kita cuma menayangkan acara di Istora tersebut. Bukan misa Natal, atau khotbah. Itu cuma menanyangkan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan oleh umat Kristiani," kata Tomy, panggilan akrab Suryo Pratomo kepada detikcom, Kamis (24/12/2009).

Menurut Tomy, cuma satu lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Arab. Sementara lainnya lagu-lagu Natal dinyanyikan penyanyi Indonesia seperti Glenn Fredly dan Ruth Sahanaya. "Memang ada juga trio penyanyi dari Palestina akan menyanyikan lagu Natal berbahasa Arab," jelas Tomi.

Lagu yang akan dinyanyikan oleh Trio penyanyi dari Palestina tersebut adalah lagu Jingle Bells, namun dilantunkan dengan menggunakan bahasa Arab.

"Lagunya Jingle Bells yang akan dinyanyikan. Ini lagu Natal yang umumnya dinyanyikan, seperti lagu Silent Night yang dibahasa Indonesiakan menjadi Malam Kudus," papar mantan Pemimpin Redaksi Kompas tersebut.

"Ini betul-betul nyanyian pop yang dinyanyikan oleh penyanyi dari Palestina," tandas Tomy. (Detik.com)

Read More ..

26 Juli 2009

China Luncurkan Stasiun Televisi Bahasa Arab

China luncurkan saluran televisi berbahasa Arab untuk menunjukkan China "yang sebenarnya" kepada negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Stasiun televisi China Central Television akan menyiarkan berita, program hiburan dan budaya, 24 jam per hari.

Ini merupakan rencana pemerintah China untuk mempromosikan sudut pandang negara komunis tersebut dengan mendorong media yang dikontrol pemerintah ke mata dunia.

Seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC, pemerintah China mengatakan bahwa sejumlah media asing salah menggambarkan China, sehingga pemerintah mengekang medianya sendiri.

"Sangat mendesak bagi kami untuk menjadi media penyiaran yang multi-bahasa, multi-aspek, dan multi-perspektif," kata Zhang Changming, wakil presiden CCTV. Berbicara saat acara peluncuran, Zhang menambahkan, "Kami harap dunia bisa mengetahui tentang China dan China dapat memahami negara lain dengan lebih baik."

CCTV sudah memiliki empat saluran yang disiarkan dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Spanyol, serta China. Saluran berbahasa Arab tersebut akan bisa diakses oleh hampir 300 juta orang di 22 negara berbagasa Arab mulai 25 Juli ini. Pihak televisi menolak menjelaskan berapa biaya yang dihabiskan dan seberapa kuat saluran tersebut dapat menarik penonton.

Sebagai permulaan, stasiun berbahasa Arab tersebut akan mempekerjakan sekitar 80 orang dengan para pembawa acara warga China dengan kemampuan bahasa Arab. Zhang menegaskan bahwa tujuan saluran berbahasa Arab tersebut adalah untuk menutupi kekurangan mengenai pandangan terhadap China oleh media asing.

"Prinsip kami adalah untuk menjadi nyata, objektif, akurat, dan transparan. CCTV akan menyajikan China yang sebenarnya kepada dunia," kata Zhang.

Zhang tidak menyebutkan bahwa pemerintah secara rutin menyensor media China. Pemerintah juga menerapkan pembatasan ketat kepada media terkait peristiwa yang bisa mereka liput.

Read More ..