Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengundang Metro TV untuk melakukan klarifikasi atas aduan masyarakat mengenai keberimbangan Metro TV dalam pemberitaan. "Ada keluhan dari masyarakat mengenai porsi pemberitaan Metro TV dalam isu Nasional Demokrat (Nasdem) dan kasus Aburizal Bakrie yang diduga tidak proposional," kata Ezki Suyanto, Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat.
Memenuhi panggilan ini, Retno Shanty, Deputy Chief Director Metro TV di kantor KPI, 9 Agustus 2010 menjelaskan bahwa Metro TV menerapkan prinsip jurnalistik secara berimbang., "Metro juga menayangkan pidato Presiden di Mataram yang menurut kami berhubungan isu Nasdem walaupun wartawan kami tidak diundang,” ucap Shanty. Begitu juga ketika menyangkut Kaltim Prima Coal (KPC),perusahaan tambang milik Aburizal Bakrie Metro memberikan kesempatan kepada Aburizal Bakrie untuk memberikan pernyataan. Shanty menambahkan Surya Paloh sebagai pemilik juga tidak pernah melarang peliputan. "Walaupun ada pihak yang berseberangan kami tetap tayangkan dan klarifikasi," tutup Shanti.
Ezki Suyanto juga menjelaskan jangan sampai ada anggapan KPI menghambat berita. Merupakan kewajiban KPI untuk meneruskan pengaduan dan pertanyaan publik."Klarifikasi ini akan kami tembuskan ke Dewan Pers," lanjut Ezki.
Selanjutnya, Yazirwan Uyun, Anggota KPI Pusat Bidang Isi Siaran yang hadir dalam forum klarifikasi tersebut mengingatkan jangan sampai media yang menggunakan frekuensi milik publik digunakan untuk kepentingan tertentu. Hal itu sejalan dengan amanat UU penyiaran. Dalam pengawasan isi siaran, KPI senantiasa menindaklanjuti semua pengaduan masyarakat dan meneruskan ke lembaga penyiaran yang bersangkutan. KPI juga sudah mengingatkan beberapa stasiun tv mengenai dugaan pemanfaatan frekuensi untuk kepentingan kelompok tertentu.
11 Agustus 2010
Metro Dikritik Soal Keberimbangan
03 Juli 2010
KPI Stop Headline News Metro TV
“Tidak ada intensi apapun dari kami, dan kami menyadari kesalahan. Secara internal kami langsung konsolidasi, memberikan sanksi dan melakukan corrective action dari sisi manajerial,”ujar Makroen Sanjaya, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV menanggapi sanksi yang diberikan oleh KPI Pusat. Metro TV mendapat sanksi penghentian sementara Program Siaran Headline News yang ditayangkan pukul 05.00 WIB selama satu minggu (tujuh hari berturut-turut). Selain itu Metro TV diminta melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada publik secara lisan selama tiga hari berturut-turut pada pagi hari pukul 07.00 WIB, siang hari pukul 13.00 WIB, dan malam hari pukul 19.00 WIB dengan format yang telah ditentukan. Metro TV diminta berjanji tidak akan melakukan pelanggaran berat sebagaimana diatur dalam Standar Program Siaran (SPS) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2009.
Sanksi ini dijatuhkan karena Metro TV menayangkan adegan video porno ketika menyampaikan pemberitaan razia video porno di sebuah warnet di Trenggalek, Jawa Timur. KPI Pusat menemukan penayangan adegan tersebut pada program Headline News 14 Juni 2010 Pkl. 05.00.
“Setelah melalui tahapan-tahapan sampai mendengar klarifikasi dari pihak metro, kami sudah simpulkan, kecerobohan yang mengakibatkan video porno itu ditayangkan adalah karena kesalahan IT (IT error),” kata Nina Mutmainnah, Wakil Ketua KPI Pusat yang menyerahkan surat penjatuhan sanksi kepada perwakilan Metro TV, Kamis, 1 Juli 2010 di kantor KPI Pusat.
Makroen yang mewakili Metro TV menyatakan akan melaksanakan keputusan KPI Pusat tentang sanksi ini. Pernyataan ini dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani Makroen dihadapan tiga Anggota KPI Pusat yaitu, Iswandi Syahputra, M. Riyanto dan Wakil Ketua, Nina Muthmainnah.
“Kami ingin bangun budaya kalau ada kesalahan, untuk mempertanggungjawabkan kepada publik,” ungkap M. Riyanto. Sedangkan Iswandi menambahkan dengan mempertimbangkan bahwa ini produk berita dan bukan sinetron atau reality show menjadi salah satu pertimbangan mengapa sanksi yang dijatuhkan berubah. “Kami minta Metro menerima sanksi ini dengan kehangatan. Tidak ada sama sekali dari kami untuk mematikan,” jelas Iswandi.
Klarifikasi
Sebelum sanksi ini diputuskan, Metro TV telah memberikan klarifikasinya pada 23 Juni 2010. Dalam pertemuan itu, Metro TV yang diwakili Pemimpin Redaksinya, Elman Saragih meminta maaf kepada komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atas penayangan cuplikan adegan hubungan badan di Metro TV. "Saya minta maaf ke KPI dan bangsa dan negara ini," tegas Elman.
Secara pribadi, Elman sangat menyesalkan kejadian ini terjadi. Menurutnya telah terjadi kesalahan (error) dalam sistem Information Technology (IT) Dallet yang digunakan Metro TV. Produser yang bertanggungjawab pada saat itu menyatakan telah melakukan editing sebelum tayang, namun adegan itu masih keluar.
Meski begitu, Elman menyatakan kesalahan ini tetap tidak bisa dimaafkan. "Kami di Metro TV tidak lagi dalam posisi untuk bisa mengelak, Metro TV melakukan kesalahan fatal dengan menyiarkan film pornografi. sebuah produk yang saya anggap racun bukan hanya bagi pemirsa, tapi bagi kami juga." tegas Elman. Bahkan tiga hari ketika mulai maraknya kasus video porno akhir-akhir ini pihaknya sudah mengeluarkan kebijakan bahwa seluruh Media Grup tidak boleh membahas kasus video porno mirip artis soal pornonya, tapi boleh mendiskusikan bahwa perbuatan (cabul) ini tidak benar.
"Saya tidak dalam posisi membela diri lagi. tidak ada niat kami sedikit pun untuk melakukan ini, kami tidak mau hidup dari pornografi dan berita fitnah. kasus priok saja saya bilang layar ini tidak boleh menayangkan kekerasan. Boleh menampilkan kekerasan asal mengedukasi,"tambah Elman.
Untuk itu, dirinya menyatakan telah memberikan sanksi terhadap produser yang bertanggungjawab. Sanksi tersebut berupa surat peringatan ketiga (SP3), menurunkan pangkat yang bersangkutan satu tingkat lebih rendah, menunda kenaikan gaji berkala dan memindahkan yang bersangkutan keluar dari Redaksi pemberitaan.
Ketua KPI Pusat Dadang Rahmat Hidayat yang memimpin pertemuan bersama Wakil Ketua KPI Pusat Nina Mutmainnah, meminta Metro TV untuk menandatangani Berita Acara Klarifikasi. Dalam berita acara ini disebutkan sebelum menjatuhkan sanksi administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku, KPI Pusat telah memberikan kesempatan kepada Metro TV untuk memberikan penjelasan.
Anggota KPI Pusat lain yang hadir dalam pertemuan ini, Idy Muzayyad mengapresiasi inisiatif Metro TV yang telah melakukan tindakan secara internal. "Kami berbahagia, ada kesadaran internal dari Metro TV. Kita berharap betul Metro menjadi contoh yang baik bagi lembaga penyiaran yang lain. Kita punya harapan itu. Kita appreciate dengan langkah-langkah yang diambil."sambut Idy.
21 Mei 2010
Metro TV Ubah Pola Pemberitaan, Jauhi Kekerasan
Metro TV melakukan perubahan dan inovasi dalam siarannya. Tidak hanya pada tampilan, tetapi juga orientasi kerja dengan mengedepankan idealisme untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan dan menjauhi berita kekerasan. Direktur Pemberitaan Metro TV, Suryopratomo, dalam peluncuran ulang televisi berita itu di Jakarta, Kamis (20/5), mencontohkan, pihaknya berusaha tidak lagi menampilkan kekerasan dan darah, tetapi akan lebih memberi solusi, sekaligus menjelaskan duduk perkara suatu peristiwa.
Dia mencontohkan, di Amerika Serikat (AS) ada media yang menampilkan peristiwa bocornya pengeboran minyak di Teluk Meksiko yang bisa menjadi bencana kemanusiaan. Media mengungkapkan fakta dan meminta semua pihak terkait untuk bertanggungjawab, termasuk mencari teknologi untuk mengatasi masalah tersebut. Di Indonesia, kasus Lapindo tenggelam dengan pemberitaan lain, tanpa ada upaya untuk mengatasi agar lumpur berhenti.
Diakuinya, banyak informasi secara beruntun dan dan menarik perhatian masyarakat saat ini, seperti kasus Century, KPK, Susno Duaji, dan Syahril Johan sehingga lupa mendorong upaya mengatasi lumpur Lapindo. Oleh karena itu, ia menilai, untuk mengubah kultur kerja tidak mudah. Dia menyatakan, umumnya dibutuhkan waktu 4 hingga 5 tahun agar muncul budaya baru.
Ketika ditanya tentang pesaingnya, Suryopratomo yang juga tampil bersama Dirut Metro TV, Wisnu Hadi, mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya melihat ke dalam, tetapi juga keluar. TV asing kini juga memuat berita tentang Indonesia, seperti CNN dan BBC. Mereka juga mengincar kue iklannya.
Surat peringatan
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat (NTB) pernah melayangkan surat peringatan kepada Metro TV terkait siaran peristiwa kerusuhan di sekitar Makam Mbah Priok di Jakarta Utara, karena menayangkan aksi kekerasan secara vulgar. Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman di Mataram, mengatakan, surat peringatan tersebut juga ditembuskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Gubernur NTB.
Ia mengatakan, peringatan yang disampaikan ke Metro TV karena siaran kasus kerusuhan di Koja Jakarta Utara banyak diprotes masyarakat NTB karena gambar yang ditayangkan mengeksploitasi kekerasan. "Kami menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat NTB terkait tayangan kasus kerusuhan di sekitar makam Mbah Priok di Jakarta Utara yang mengedepankan aksi kekerasan. Ini dikhawatirkan menimbulkan trauma dan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya.
Dia mengakui sebagian stasiun TV masih menayangkan isi siaran yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang menyangkut aksi kekerasan, pornografi, dan pornoaksi. "Karena itu kami mengharapkan dengan adanya peringatan tersebut TV swasta nasional tidak terlalu mengedepankan isi siaran yang kekerasan, seperti dalam siaran kasus kerusuhan," katanya. (Antara)
21 April 2010
Terkait Tayangan Rusuh Priok: KPID NTB Tegur Metro TV
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat (NTB) melayangkan surat peringatan kepada Metro TV terkait siaran peristiwa kerusuhan di sekitar Makam Mbah Priok di Jakarta Utara, karena menayangkan aksi kekerasan secara vulgar.
Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman di Mataram, Selasa (20/4) mengatakan, surat peringatan tersebut juga ditembuskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat dan Gubernur setempat.
Ia mengatakan, peringatan yang disampaikan ke Metro TV karena siaran kasus kerusuhan di Koja Jakarta Utara banyak diprotes masyarakat NTB karena gambar yang ditayangkan mengeksploitasi kekerasan.
"Kami menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat NTB terkait tayangan kasus kerusuhan di sekitar makam Mbah Priok di Jakarta Utara yang mengedepankan aksi kekerasan. Ini dikhawatirkan menimbulkan trauma dan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya seperti dikutip antaranews.com.
Ia mengatakan, pasal 36 ayat (5) huruf b UU No. 32/2002 tentang penyiaran menyatakan isi siaran dilarang menonjolkan unsur kekerasan, cabul, perjudian dan penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang.
Sukri mengatakan, media tidak boleh menampilkan secara rimci mengenai kasus kerusuhan karena akan menimbulkan rasa trauma dan keresahan bagi masyarakat terutama anak-anak.
Dia mengakui sebagian stasiun TV masih menayangkan isi siaran yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku khususnya yang menyangkut aksi kekerasan, pornografi dan pornoaksi.
"Karena itu kami mengharapkan dengan adanya peringatan tersebut TV swasta nasional tidak terlalu mengedepankan isi siaran yang kekerasan, seperti dalam siaran kasus kerusuhan," katanya.
Menurut Sukri dalam UU No. 32/2002 telah diatur mengenai isi siaran, yaitu dalam pasal 36 ayat (1) menyebutkan isi siaran wajib mengandung informasi pendidikan.
Juga hiburan dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia. (dari berbagai sumber)
29 Januari 2010
KPI dan Dewan Pers Nilai TV One dan Metro TV Tidak Langgar Kode Etik
Komisi Penyiaran Indonesia dan Dewan Pers menilai tayangan Metro TV dan TV One yang menunjukkan cara pembobolan rekening melalui ATM bank BCA beberapa waktu lalu tidak melanggar kode etik. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara usai mediasi antara Metro TV, TV One dengan Roy Suryo dan Polda Metro.
Dalam mediasi di kantor KPI yang dipimpin Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa kemarin, (28/01) Pemimpin Redaksi Metro TV, Elman Saragih menyatakan, "niat utama Metro TV adalah agar kejadian ini tidak terulang. Kita tidak mau lagi ada masyarakat yang menjadi korban." Selain itu, kami juga menunjukkan cara-cara menghindari pembobolan, tambah Elman.
Selanjutnya perwakilan Metro TV lainnya yang hadir, Makruz juga menyatakan atas nama legitimate transaction bank tidak mau bertanggungjawab dan mengabaikan konsumen. "Untuk itu, kita menunjukkan bagaimana pembobolan dilakukan agar seolah-olah transaksi yang terjadi adalah legitimate transaction", ujar Makruz.
Sebelumnya, Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo dan Polda Metro Jaya mengadukan Metro TV dan TV One ke KPI karena menunjukkan cara membobol bank.Anggota KPI Pusat, M. Riyanto meminta TV untuk terbuka terhadap masukan dan mengembagkan self sensorship. Masyarakat punya hak untuk menjawab dan Polri punya kepentingan proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukannya tidak terganggu.
Untuk itu, lanjut Riyanto, perlu ada formulasi agar kepentingan ini tidak saling mengganggu, dan ini bagian yang menjadi edukasi. Diharapkan, mediasi seperti ini menjadi standar dalam penyelesaian masalah. Selain Riyanto, juga hadir dalam pertemuan ini, Wakli Ketua KPI Pusat Fetty Fajriati dan Anggota KPI Pusat Amar ahmad.
24 Desember 2009
Metro TV: Itu Cuma Lagu Natal Berbahasa Arab
Jakarta - Perayaan Natal berbahasa Arab meresahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pamekasan. MetroTV yang akan menyiarkan acara itu menyatakan perayaan Natal itu hanya diisi nyanyian, tidak ada misa. Cuma salah satu lagu berbahasa Arab.
Direktur Pemberitaan Metro TV Suryo Pratomo menyatakan, MetroTV hanya merelay saja, Jumat (25/12/2009) pukul 15.05 WIB. Acara sudah berlangsung di Istora.
"Kita cuma menayangkan acara di Istora tersebut. Bukan misa Natal, atau khotbah. Itu cuma menanyangkan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan oleh umat Kristiani," kata Tomy, panggilan akrab Suryo Pratomo kepada detikcom, Kamis (24/12/2009).
Menurut Tomy, cuma satu lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Arab. Sementara lainnya lagu-lagu Natal dinyanyikan penyanyi Indonesia seperti Glenn Fredly dan Ruth Sahanaya. "Memang ada juga trio penyanyi dari Palestina akan menyanyikan lagu Natal berbahasa Arab," jelas Tomi.
Lagu yang akan dinyanyikan oleh Trio penyanyi dari Palestina tersebut adalah lagu Jingle Bells, namun dilantunkan dengan menggunakan bahasa Arab.
"Lagunya Jingle Bells yang akan dinyanyikan. Ini lagu Natal yang umumnya dinyanyikan, seperti lagu Silent Night yang dibahasa Indonesiakan menjadi Malam Kudus," papar mantan Pemimpin Redaksi Kompas tersebut.
"Ini betul-betul nyanyian pop yang dinyanyikan oleh penyanyi dari Palestina," tandas Tomy. (Detik.com)
04 Desember 2009
Headline News Metro TV Kena Tegur
KPI Pusat menegur Metro TV terkait adanya pelanggaran terhadap Standar Program Siaran (SPS) KPI pada salah satu program acaranya. Adapun program acara tersebut yakni Headline News pada Jumat (20/11) dengan judul pemberitaan “Maling Ban Nyaris Tewas Dihakimi Massa”. Hal itu tertuang dalam surat teguran KPI Pusat ke Metro TV, Kamis (3/12).
Menurut KPI Pusat, program pemberitaan tersebut telah melanggar aturan yang ada dalam Standar Program Siaran (SPS) KPI. Pelanggaran yang terjadi pada pukul 21.03 menggambarkan penyiksaan oleh warga terhadap tersangka pelaku kejahatan pencurian yang diperlihatkan secara vulgar dan berulang-ulang.
Tayangan tersebut jelas telah melanggar aturan di pasal 30 a SPS KPI yang menyatakan bahwa korban kekerasaan tidak boleh disajikan secara eksplisit, berlebihan dan vulgar. Dalam pasal 39 SPS KPI disebutkan kalau lembaga penyiaran wajib untuk tunduk kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dalam surat tersebut juga diminta agar Metro TV melakukan perbaikan terhadap program siaran tersebut.
12 Oktober 2009
Warga Soroti Tayangan Miyabi di TV
Sejumlah warga menyoroti tayangan mengenai bintang film porno asal Jepang, Maria Ozawa atau Miyabi di sejumlah televisi swasta nasional. Tayangan tersebut justru menyajikan hal-hal berbau porno dan berulang kali di putar pada sore hari."Barusan Miyabi ditayangin lagi di MetroTV. Memang isi beritanya soal penolakan FPI atas kedatangan Miyabi, tapi setelah itu malah disambung dengan tayangan gerakan erotis Miyabi," ujar Kusno (45) warga Kota Gorontalo, Senin.Ia mengaku kesal dengan isi berita tersebut, apalagi pada sore hari saat anak-anaknya tengah menonton televisi.Hal sama juga dikeluhkan oleh Wati Ibrahim (39), warga lainnya yang minta pemerintah agar memberi peringatan kepada sejumlah televisi swasta yang menayangkan Miyabi."Meskipun Miyabi tidak datang ke Gorontalo, tapi pengaruh buruknya tetap akan ada jika televisi di Indonesia saja terus menyisipkan adegan Miyabi dalam berita," tukasnya.Ia juga menolak kedatangan Miyabi untuk bermain film di Indonesia, karena dinilai hanya akan menimbulkan gejolak dalam masyarakat.Miyabi rencananya akan datang ke Indonesia untuk memerankan film `Menculik Miyabi` bersama aktor Indonesia, Tora Sudiro dalam waktu dekat.Protes warga juga dilakukan terhadap adanya tayangan langsung saat sidang perdana dugaan pembunuhan yang melibatkan Antasari Anzhar, beberapa waktu, di pengadilan Jakarta Selatan."Seluruh prosesnya sidang ditayangkan secara langsung, sehingga ada kata-kata yang mestinya disensor, saat Jaksa penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaannya, terdengar oleh anak-anak yang menonton," kata Salim, salah seorang warga di Kota Gorontalo. (Antara)
Read More ..03 Oktober 2009
Peringatan Dini Bagi MetroTV, TV One, dan ANTV Soal Peliputan Calon Ketua Umum Golkar
MetroTV, TV One, dan ANTV pagi tadi melakukan klarifikasi soal peliputan calon Ketua Umum Golkar kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Setelah mendapat kritikan dari masyarakat atas tayangan mengenai perebutan kursi jabatan Ketua Umum Golkar yang dinilai bersifat partisan dan akan mengancam demokrasi, KPI meminta klarifikasi dari ketiga media tersebut.Pihak MetroTV yang diwakili oleh Suryopratomo mengatakan bahwa konten berita telah sesuai dengan peristiwa yang ada. "Kami adalah profesional dan tidak memihak salah satu calon, meskipun salah satu calon adalah pemilik stasiun TV kami," kata Suryopratomo. Menurutnya porsi peliputan calon Ketua Umum Golkar sudah berimbang, TV adalah milik masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. "Pemirsa saat ini sudah semakin pintar, mereka dapat dengan mudah beralih ke TV lain jika tidak suka maka dari itu kami berusaha untuk profesional," tambahnya.Sedangkan dari pihak ANTV yang diwakili oleh H. Azkarmin Zaini, Dudi Hendra Kusuma, dan Edy Sunaryo merasa tidak ada pelanggaran pada peliputan calon Ketua Umum Golkar. Menurut Azkarmin Zaini, peliputan telah sesuai dengan fakta yang ada, dari ke empat calon ada dua yang bersaing kuat, dan fakta yang ada di lapangan kedua calon tersebut aktivitasnya paling banyak sehingga paling banyak diliput. Menurut pihak TVOne yang diwakili oleh Deny Hafas, kaidah jurnalistik tetap menjadi pegangan dalam liputan menjelang Musyawarah Nasional Golkar.Berbeda dengan klarifikasi dari perwakilan ketiga media tersebut, Leo Batubara dari Dewan Pers melihat ada indikasi tidak berimbangnya peliputan calon Ketua Umum Golkar. Menurutnya masalah yang dihadapi sekarang adalah alat ukur, alat ukur yang digunakan adalah ruang dan waktu maka harus ada liputan yang berimbang dalam arti setara. Leo Batubara melihat MetroTV lebih fokus kepada salah satu calon sedangkan TVOne dan ANTV kepada calon ketua umum lainnya. Leo Batubara juga menambahkan ada dua calon kuat dari empat calon ketua umum yang ada, agar berimbang liputan calon Ketua Umum Golkar harus diberi porsi yang sama.Menurut Yazirwan Uyun anggota komisioner KPI Pusat, kalau dilihat dari item berita tidak ada masalah, karena berita dapat diperdebatkan. Tetapi dari 3 talkshow yang disaksikannya di ketiga stasiun TV tersebut, terdapat konten yang sepertinya memihak salah satu calon.Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja menjelaskan bahwa mengenai liputan calon Ketua Umum Golkar ini, baru ada indikasi pelanggaran yang dikumpulkan oleh KPI dari laporan masyarakat. Surat himbauan dari KPI Senin (28/9) kemarin sebagai peringatan dini agar media TV lebih berimbang dalam meliput perebutan kursi jabatan Ketua Umum Golkar. (KPI)
Read More ..29 September 2009
KPI Himbau Metro TV, ANTV dan TV One
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Senin (28/9) kemarin memberikan surat himbauan kepada TV One, Metro TV dan ANTV atas tayangan yang sering ditampilkan beberapa waktu terakhir mengenai perebutkan kursi jabatan Ketua Umum Golkar.Dalam suratnya, KPI Pusat mengingatkan tentang pasal-pasal dalam UU Penyiaran dan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang secara jelas mengatur bahwa isi siaran wajib dijaga netralisasinya dan tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu. Karena itu sangatlah penting bagi stasiun televisi untuk tidak mencampuradukkan kepentingan golongan dan kepentingan penyiaran.
Read More ..28 Agustus 2008
Mengapa Andy F. Noya Mengundurkan Diri Sebagai Pemred Metro TV?
Berikut adalah tulisan berjudul "Lentera Jiwa" yang saya terima di email saya :
Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.
Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV. Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.
Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese. Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.
Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri. Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang. Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang -- dan membuat mereka tidak bahagia -- adalah karena mengikuti keinginan orangtua.
Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.
Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.
Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker. Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.
Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya, katanya.Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.
07 Maret 2008
Boneka dan Tema Pornografi Anak di Kick Andy Metro TV
Acara "Kick Andy" episode 6/2/2008 lalu menghadirkan pemain dan boneka-boneka serial Unyil, Tongki, Susan dan Si Komo. Mereka ditampilkan untuk menghiasi tema Pornografi dikalangan anak-anak yang baru-baru ini mencuat kembali.
Porsi acara lebih banyak diambil untuk bernostalgia terhadap masa lalu saat bonek-boneka itu populer serta asal muasalnya. Solusi apa yang harus diambil untuk menjaga anak-anak dari pornografi sangat sedikit, padahal boneka-boneka itu diundang dalam rangka mengangkat topik pornografi terhadap anak-anak, dimana televisi merupakan salah satu media yang sering dipersalahkan karena visualnya.
Saya pikir, di acara itu akan dicari solusi melalui cara-cara yang unik, misalnya bagaimana Unyil, Tongki, Susan dan Si Komo mengartikan pornografi dan menghindarinya. Yang ada hanya Kak Seto yang berusaha memberikan tips yang sebetulnya sudah sering disampaikan di media-media. Akhirnya kembali lagi seperti pada tulisan-tulisan saya di blog ini sebelumnya, bahwa jangan percayakan pendidikan anak Anda kepada Televisi, LSM atau Pihak Lain. Pendidikan, pengawasan, perlindungan anak-anak Anda, ada di tangan Anda sendiri.