KPI Pusat meminta Trans 7 agar lebih berhati-hati dalam menyajikan tayangan Bukan Empat Mata. KPI Pusat juga mengingatkan Trans 7 bahwa beberapa waktu yang lalu KPI pernah menghentikan Tayangan Empat Mata karena isinya tidak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3/SPS).
Hal itu diungkapkan dalam surat himbauan KPI Pusat pada Trans 7, Kamis (8/1). KPI Pusat juga menegaskan jika himbauan ini tidak diindahkan, maka KPI Pusat akan meminta agar tayangan tersebut dibatasi durasi dan waktu siarnya sesuai dengan UU Penyiaran Pasal 55 ayat 2 (c).
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa KPI Pusat menerima cukup banyak pengaduan masyarakat melalui email dan sms selama bulan Desember 2008 terhadap tayangan Bukan Empat Mata yang isinya mengeluhkan tayangan tersebut tidak mendidik, banyak lelucon yang menghina, serta memuat kalimat-kalimat jorok/mesum.
Pada kesempatan ini, KPI Pusat memastikan pada pihak Trans 7 jika membutuhkan dokumen pengaduan masyarakat tersebut, silahkan melihat di Kantor KPI Pusat. (KPI)
08 Januari 2009
Trans 7 Diminta Hati-hati Menyajikan Bukan Empat Mata
06 Januari 2009
Menkominfo Toleransi TV Lokal On Air Tanpa Izin
Stasiun televisi lokal swasta di Jawa Timur bisa sedikit bernafas lega. Sebab Menkominfo Muhammad Nuh memperbolehkan televisi lokal bersiaran atau on air meski belum memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) maupun Izin Stasiun Radio (ISR).Namun televisi lokal yang diperbolehkan on air tetap harus memiliki Rekomendasi Kelayakan (RK) dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah/Pusat.
"Cukup dengan RK sudah boleh siaran. Ini langsung dari Menkominfo," kata Purwoko, Kepala Balai Monitoring (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit Kelas II Surabaya saat Diskusi Terbatas Penegakan Hukum Penyiaran di Hotel Weta Surabaya, akhir bulan lalu.
Namun, kata Purwoko, toleransi tersebut hanya berlaku hingga diselenggarakannya Forum Rapat Bersama (FRB) untuk penentuan stasiun televisi yang berhak mendapat IPP. "Setelah FRB semua harus patuh. Jika tidak mendapat IPP ya harus turun off air, semua harus legowo. Jika tidak akan ditindak," tegas Purwoko.
Terobosan hukum pemerintah ini kata Purwoko tidak perlu lagi memerlukan payung hukum. "Pengumuman dari menteri sudah cukup kuat. Dan ini kan sifatnya hanya sementara saja," katanya.
Langkah Menkominfo ini cukup luar biasa. Sebab dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran Pasal 33 butir 1 disebutkan "Sebelum menyelenggarakan kegiatannya lembaga penyiaran wajib memperoleh Izin Penyelenggaraan Penyiaran".
Imawan Mashuri, Preskom JTV usai diskusi menyambut baik terobosan menteri tersebut. "Televisi bisa siaran dengan cukup RK ini langkah yang bagus. Ini harus dihormati," katanya. (KPI)
05 Januari 2009
Anak Harus Dibatasi Nonton Televisi
Anak-anak sebaiknya dibatasi untuk menonton televisi selama 2 jam dalam sehari. Karena itu diperlukan sebuah kreativitas dari masing-masing keluarga untuk memberikan kegiatan lain selain menonton televisi.
Misalnya, melakukan gerakan sehari tanpa televisi. Selama tidak ada tayangan televisi pada satu hari itu, anak-anak bisa diajak membaca buku atau kegiatan positif lainnya. Tayangan televisi kini banyak yang tidak mendidik dan tidak pantas dilihat oleh anak-anak.
"Setidaknya hal itu memberikan tekanan pada industri televisi," kata B Gunarto dari lembaga Kidia saat menjadi pembicara dalam Seminar Sehari Pola Menonton Televisi Secara Aman dan Sehat untuk Anak yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Daerah (KPID) di Hotel Santika, Jalan Pandegiling, Surabaya, beberapa waktu lalu.
Gunarto menjelaskan, selain menerapkan sehari tanpa televisi, orangtua juga mempunyai peranan pada anak-anak. Orangtua harus mengarahkan jadwal anak-anak menonton televisi.
Sementara itu, pembicara lain yakni Gilang Iskandar, Corporate Secretary Media Nusantara Citra (MNC) Group menyatakan, bahwa anak-anak tidak hanya menonton tayangan untuk anak. Anak-anak saat ini juga melihat tayangan yang bukan untuk anak-anak.
Hal itu menjadi perhatian menarik pasalnya jam tayangan anak yang telah dibuat saat ini sesuai dengan kebisaan anak-anak. "Karena itu peran keluarga penting untuk membimbing anak-anaknya," tegasnya. (KPI)
04 Januari 2009
Kolom TV: Nonton "Unscripted TV" 2009
Kawan saya, Naratama, produser acara TV yang kini bekerja di Washington DC menulis untuk milis sbb. :
"It's pretty bad", ujar Tena, produser berkulit putih dan tomboy yangbekerja di jaringan televisi lokal di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat. Itulah jawaban Tena, saat saya tanya tentang dampak krisis ekonomi pada industri Televisi Amerika di kota pelabuhan Baltimore.
Jadi apa yang "pretty bad"? Rupanya, stasiun televisi ini sudah terkena penyakit akut yang mewabah dunia bisnis Amerika yaitu: "by reducing the number of employees (kurangi jumlah karyawan)". Strategi ini terpaksa dilakukan agar roda penyiaran terus berjalan sehingga TV lokal WBFF Baltimore ini dapat terus On-Air 24 jam non-stop. Semuanya demi kepentingan peringkat rating program andalan seperti FOX 45 News, Traffic Edge hingga pertandingan olah raga adu badan Football, yang menampilkan tim Raven Baltimore.
Menurut Tena, sebagian besar karyawan yang dirumahkan adalah mereka yang bekerja di bagian Sales, Marketing, Public Relation dan para pegawai kontrak yang tidak diperpanjang lagi kontraknya. Sementara tim kreatif programming, on-air promotion dan jurnalis berita FOX 45 News mulai dari Produser, Reporter, Kameraman, Editor hingga ke Wardrobe tetap dipertahankan karena mereka dianggap aset penting sebagai detak jantung stasiun televisi lokal yang berjaringan dengan TV konservatif Fox TV ini.
Dari TV lokal, ternyata dampak krisis ekonomi juga menghantam salah satu raja media TV Amerika yaitu NBC (National BroadcastingCorporation) .
Stasiun TV kelas wahid yang sahamnya dimiliki oleh GE (General Electric) ini, menggelar tayangan-tayangan papan atas seperti "Deal OrNo Deal, Saturday Night Life (SNL), The Tonight Show with Jay Leno" serta serial drama kriminal "Law & Order".
Menurut Majalah HollywoodReporter dan website THR.Com, di tahun 2009 ini NBC akan melakukan restrukturisasi teknologi digital dengan melakukan pengurangan karyawan hingga 700 jobs yang langsung dapat menghemat biaya sebesar750 juta dollar AS. Ini sebuah langkah efisiensi terbesar yang pernah dilakukan NBC untuk menyelamatkan siarannya.
Namun demikian, sebagian pengamat mengatakan bahwa alasan restrukturisasi digital sebenarnya hanyalah silat lidah belaka mengingat dua program andalan yang menghabiskan ratusan juta dollar harus terpuruk dipapan bawah peringkat Nielsen. Salah satunya adalah serial yang dibintangi ratu berbibir sensual Broke Shield, "Lipstick Junggle" yang tanpa diduga jeblok dan tidak disukai publik Amerika.
Sementara, raja talk-showtengah malam Jay Leno yang sudah pamit dari layar televisi untuk pensiun, justru dikontrak baru lagi oleh NBC. Rupanya Jay dibutuhkan NBC yang sedang menyiapkan strategi pemrograman acara televisi dengan model belting system atau stripping system, yaitu jenis program yang sama yang diputar setiap hari pada jam yang sama.
Yang menarik, program talk-show ini bakal diputar pada jam prime-time, yaitu jam 8-9 malam atau jam 9-10 malam. Ini sebuah kejutan didalam pasar malam siaran TV. Mulai musim Spring nanti, Jay Leno akan tampil membawakan acara talk-show setiap hari jam 8 malam! Artinya, Jay Leno akan berhadapan dengan serial kriminal CSI (CBS), cerita drama GreyAnatomy (ABC) dan American Idol (FOX TV).
Kejutan pemrograman acara TV di negeri Obama tidak berhenti disini. Aksi pemogokan asosiasi penulis skenario film dan televisi di awal tahun 2008 mulai berdampak buruk. Ratusan skenario justru menumpuk dimeja para agensi dan produser Hollywood. Skenario-skenario ini tidak dapat diproduksi karena jumlah produksi drama televisi mulai menurun dan sangat terbatas.
Disisi lain, hampir semua stasiun TV mengurangi pembelian serial drama dari production house maupun dari distributor film-film asing, digantikan dengan serial Rerun dari blockbuster masa lalu.
Jadi wajah saluran TV Amerika saat ini dipenuhi oleh sitkom seperti Cosby Show, Family Matters, The Golden Girls hingga Step ByStep. Juga serial klasik model Bonanza, Little House In The Praire dan The Simpson mulai jadi alternatif tontonan bagi publik yang jenuh dijejali analisa politik ala CNN dan MSNBC.
Disisi lain, produksi dan penayangan program Reality Show di akhir tahun 2008 semakin meningkat tajam. Puluhan judul baru dengan berbagai format Reality Show membanjiri hampir semua saluran televisi teresterial maupun televisi kabel. Sebut saja "Real Chance Of Love, High School Reunion, TheBachelor, Survivor, Tina Tequila" dan ratusan lainnya.
Reality Shows ini membesut topik percintaan yang mudah meraih jutaan pemirsa, dan sebagian besar diproduksi dengan sistem super industrial, unscripted. Dengan kata lain, plotting scenes dibangun dilapangan sesuai dengan content flow yang berjalan. Skenario ditulis pada saat syuting tanpa perlu riset yang mendalam. Bahkan, beberapa reality show justru muncul tanpa script dengan hanya mengandalkan nama dan popularitas selebriti seperti Parish Hilton BFF (Best Friend Forever) dan Hey Paula (Kisah hidup Paula Abdul).
Sementara jaminan "Unscripted TV" yang super sukses bakal muncul kembali lewat American Idol, Deal Or no Deal, SoYou Think You Can Dance dan American Gladiators.
Lalu, bagaimanakah wajah televisi Amerika di tahun 2009 ini? Samimawon. Dengan pemangkasan struktur biaya sana-sini plus fokus publik lebih ke Politik Obama di enam bulan pertama maka dominasi program akan semakin dipenuhi oleh Unscripted TV. Artinya, para produser televisi lebih mengutamakan produksi yang industrial, instant dan script dapat ditulis dalam waktu cepat. Selain berbiaya rendah dan beresiko rendah, Unscripted TV lebih mempunyai potensi untuk mendapatkan iklan dan peringkat rating yang lumayan bagus untuk bisa dijual. Apalagi, kalau content dari Unscripted TV ini menggunakan metode filosofi produksi Drama Televisi dengan format LSHC (Loves,Sex, Hates and Crimes) maka dijamin publik bakal tergila-gila menonton. Entah karena daya sensual atau misteri pembunuhan atau pencarian hantu serta makluk luar angkasa.
Sementara program-program Talk Show dan komedi juga semakin cenderung Unscripted alias membiarkan lawan bicara lebih bebas beradu argumentasi. Untuk Sitcoms? produksinya bakal terus menurun. Kecuali sitcoms yang diproduksi oleh In-House seperti serial Hannah Montana dan Jake & Cody, produksi In-House Disney Channel.
Dan tampaknya, Unscripted TV juga bakal merajai wajah televisi Indonesia tahun 2009 ini. Sukses reality show "Termehek-mehek" di TransTV dan bertahannya "Playboy Kabel" di SCTV menunjukkan produksi Unscripted TV merupakan solusi terbaik untuk pemangkasan biayasana-sini akibat resesi ekonomi.
Sementara jumlah tayangan Infotainmen yang mencapai hampir 60 judul setiap minggu bakal bertambah dan terus bertambah. Format Gossip Magazines ala Indonesia ini dianggap mampu memenuhi dahaga publik yang menyukai format LSHC. Dan di tahun 2009 ini, juga didominasi oleh tayangan-tayangan Unscripted TV lewat pertunjukkan Live Show panggung Politik Pemilu dimana para aktor dan aktris dari partai-partai mapan dan gurem bakal unjuk kebolehan bermain drama ala Reality Show.
Walaupun mereka bakal tampil di berbagai layar News tapi content-nya tetap Unscripted dan mengandung unsur LSHC. Dan karena semuanya Unscripted TV maka akan selalu ada pembenaran dalam penayanggannya karena memang tidak ditulis scriptnya.
Jadi apakah ada program selain Unscripted TV yang bakal sukses ditahun 2009? Tentu saja masih ada Sinetron dan FTV, walau kualitasnya bisa semakin menurun karena krisis ekonomi.
Salah satu prediksi ditahun ini, akan banyak produksi sinetron yang "Unscripted on Indonesian", alias diproduksi dengan membeli naskah dari India, Malaysia dan Korea, lalu dialih-bahasakan dan alih-ceritakan dengan budaya Indonesia.
Sementara program2 "Not fully scripted" di layarVariety Show dan Gag Show juga akan bertahan walaupun harus berjibaku dengan kreatifitas yang semakin kompetitif.
Jadi, selamat tahun baru 2009..dan...selamat menonton "Unscripted TV" di tahun 2009.
Salam
Naratama
Produser/Sutradara Program Televisi
03 Januari 2009
Kritik Buat TV Yang Masuk ke KPI
Acara empet mata oleh KPI Sudah diberhentikan tapi sekarang sudah tampil lagi BUKAN EMPAT MATA tapi Host sama (tukul),bandnya sama (Pepi dkk),pembantunya sama( Vega),formatnya sama,stasiun tvnya sama, Trans7, Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah Kapan KPI SADAR TELAH DIKADALI ATAU DTIPU OLEH TRANS 7....?????, yang lainnya adalah iklan dari kosmetika Citra yang melihatkan punggung seorang wanita dari leher sampai pinggang diatas pantat kenapa tidak dicekal ???????? (Ahmad Salim SH, Jateng)
seharusnya kpi lebih serius dalam menyatakan suatu siaran bermasalah atau tidak, terutama pada tayangan anime/kartun jepang.semua orang menilai anime buruk karena hanya melihat luarnya saja tidak pernah melihar makna yang terkandung dalam cerita tersebutkalau memang tayangan tersebut tidak layak ditonton anak-anak maka jangan langsung mengatakan tayangan itu bermasalah, karena sampai saat ini semua stasiun televisi selalu menganggap anime itu selalu untuk anak-anakpadahal kebanyakan anime yang ditayangkan justru untuk kalangan dewasa. contohnya one piece, memang tayangan itu mengandung kekerasan dan sedikit vulgar, namun hanya itu yang terlihat olehorang yang tidak tahu makna dalam cerita itu.dalam cerita itu justru memberikan berbagai unsur yang baik untuk penontonnya. tayangan itu memang dianggap negatif bila tidak disimak secara mendetail. dan yang lebih parah tayangan itu dikategorikan untuk anak-anakpadahal tayangan itu dibuat untuk penonton remaja dan dewasa. bukan hanya one piece tapi semua anime memiliki berbagai makna yang baik dalam siarannya (Kabuto, Jatim)
Mohon pihak KPI mengevaluasi acara Termehek mehek yang ternyata cuma cerita rekayasa. Buat apa sih menayangkan acara NGGAK PENTING kayak gitu. Mendingan namanya diganti aja menjadi \\\\\\\"ACARA MEMBUKA AIB BERSAMA MANDALA DAN PANDA\\\\\\\". Terima kasih. (Tini, Jabar)
Apa komentar anda??
01 Januari 2009
Greeting of the seasons and best wishes for a happy new year 2009
Read More ..