09 Juni 2010

KPI Akan Lakukan Pemantauan Siaran Iklan Rokok Piala Dunia

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan melakukan pemantauan dan analisis terhadap tayangan iklan rokok pada siaran Piala Dunia 2010 di beberapa lembaga penyiaran televisi. Hal tersebut dilakukan, lantaran sebagian besar jadwal penyiaran ditayangkan pada waktu-waktu prime time dimana usia anak-anak dan remaja masih dapat melihat tontonan tersebut.

"Kita akan lakukan analisis dan pemantauan serta pengkajian, karena kalau masih ditayangkan itu nggak boleh, " ujar Komisioner KPI Bidang Isi Siaran, Ezki Suyanto saat ditemui di kantornya, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (9/6/2010).

Menurut Ezki, berdasarkan pengalaman sebelumnya, lembaga penyiaran televisi yang masih tetap menyiarkan iklan rokok pada waktu prime time selalu diberi teguran keras.

"Kalau yang sudah-sudah kita beri teguran, " jelasnya.

Meskipun begitu, lanjut Ezki, KPI sendiri masih akan melakukan pertemuan untuk berkoordinasi dengan lembaga penyiaran yang mempunyai hak siar Piala Dunia 2010 untuk melihat pengiklanan rokok selama siaran World Cup 2010 di Afrika Selatan.

"Kita akan koordinasi dan bertemu dengan yang punya hak siar, karena masalah iklan, itu kan kepentingannya si lembaga televisi yang diberi hak siar, " tandasnya. (Tribun)

Read More ..

03 Juni 2010

NHK Jepang Akan Mengakhiri Siaran TV Analog pada 2011

NHK telah memutuskan untuk menghentikan layanan televisi analog via satelit pada bulan maret tahun depan, dipercepat 4 bulan dari jadwal yang sebelumnya telah ditentukan. Dengan mempercepat jadwal, NHK gencar melakukan pemberitahuan kepada publik secara intensif. NHK mengklarifikasi untuk saat ini hanya siaran analog terestrial saja yang akan di hapus sedangkan siaran analog melalui satelit--broadcast satellite atau BS masih berlanjut.

NHK berniat untuk menghentikan siaran TV analog terestrial dan satelit secara bersamaan. Kedua jenis siaran analog tesebut akan berakhir sepenuhnya ketika siaran sudah beralih ke digital pada 24 Juli 2011.

Dalam rencananya NHK juga akan mengkonsolidasikan tiga saluran digitalnya yaitu, BS1, BS2 dan BShi menjadi hanya BS1 dan BS2. BShi melakukan siaran dalam format High-Definition, sedangkan BS1 dan BS2 dalam kualitas video yang standar.

Setelah beralih ke digital, semua layanan satelit digital akan berbentuk format high-definition, dengan format yang baru, BS1 terdiri dari program berita dan BS2 akan menyiarkan program hiburan dan kebudayaan. NHK memulai layanan BS di tahun 1989 dan memulai sistem digital di tahun 2000.

Rumah tangga yang tinggal di pegunungan dan kepulauan Jepang tidak dapat menerima siaran analog dan digital terestrial, mereka menerima siaran NHK melalui layanan analog satelit dengan menggunakan tuner dan antena spesial untuk menyaksikan program digital satelit. (JapanTimes)

Read More ..

02 Juni 2010

Dadang Rahmat Hidayat dan Nina Mutmainah, Ketua dan Wakil Ketua KPI Pusat Baru

Rapat pleno anggota baru Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2010-2013 di Kantor KPI, Jakarta, Senin (31/5), menetapkan Dadang Rahmat Hidayat dan Nina Mutmainnah sebagai Ketua dan Wakil Ketua KPI Pusat yang baru. Dalam rapat pleno tersebut, dibahas pula mengenai pembagian kerja masing-masing anggota yang melingkupi 3 bidang yakni bidang kelembangaan, bidang struktur penyiaran dan bidang isi siaran. Rapat pleno yang dihadiri semua anggota KPI Pusat baru tersebut berlangsung sampai sore hari. Direncanakan, serah terima jabatan antara KPI Pusat yang baru dengan periode sebelumnya dilangsungkan pada Kamis (3/6) mendatang.

Read More ..

01 Juni 2010

Distribusi Ulang Piala Dunia Dilarang

Dewan Pengurus Pusat DPP Aptekindo (Asosiasi Pengusaha Televisi Kabel Indonesia) melontarkan imbauan keras. Selama Piala Dunia berlangsung, jaringan TV kabel seluruh Jember dilarang mendistribusikan siaran ulang World Cup tersebut. Alasannya, apabila dilanggar akan dikenakan sanksi sesuai peraturan pemilik hak siar. "Penyiaran ulang ini dalam bentuk apa pun oleh operator lokal (pengelola TV kabel, Red), dan tanpa kecuali," kata Heri, ketua DPP Aptekindo, di aula RM Talangsari kemarin.

Di sela-sela melantik jajaran pengurus DPC Aptekindo Jember itu, Heri juga menambahkan pihaknya akan turut memantau larangan itu. Karena kepemilikan hak siar penayangan Piala Dunia tersebut telah diatur sebelumnya, antara panpel Piala Dunia dengan pihak televisi. "Jadi, supaya jangan ada penyalahgunaan pengelola TV Kabel di Jember," lanjutnya.

Secara khusus, Heri memberikan apresiasi bagus pada para pengelola TV Kabel yang ada di Jember. Menurut dia, bisnis tersebut cukup menggiurkan jika ditekuni dengan sungguh-sungguh. Namun, karena berkaitan dengan pelayanan ke costumer, maka hak-hak pelanggan harus diutamakan.

Karena itulah, dengan terbentuknya DPC Aptekindo di Jember ini, dia berharap agar pelanggan bisa menikmati acara televisi dengan lebih variatif. Sehingga sasaran memberikan pembelajaran (edukasi) dan informasi pada masyarakat akan cepat mengena.

Dalam pelantikan DPC Aptekindo Jember itu sendiri, terpilih Abdul Wahid (Talangsari) sebagai ketua baru. Wakil dijabat Hari Nurdi, sementara Imam Jainuri menjadi sekretaris dan bendahara oleh Nur Rosyid. "Pembentukan DPC Aptekindo ini untuk memberikan wadah bagi komunitas pengelola TV kabel atau yang biasa disebut operator lokal di Jember," kata Heri, ketua DPC Aptekindo Jember.

Asosiasi inilah, yang akan menjembatani para lokal operator yang bernaung dalam PT untuk urusan perizinan. Termasuk, salah satunya adalah penggunaan tiang listrik lewat mitra PLN, PT Icon Plus. "DPC Aptekindo Jember akan mewadahi dua PT yakni PT Jember Vision dengan Plus Media," katanya.

Sementara waktu, DPC Aptekindo Jember telah beranggotakan 31 pemilik TV kabel. Melihat perkembangan di lapangan, akan cepat berkembang karena sejauh ini di Jember saja ada sekitar 300 pengelola TV kabel. "Asosiasi ini untuk memberikan kemudahan legalitas usaha," lanjutnya.

Pelantikan pengurus DPC Aptekindo Jember sendiri dihadiri Drs Agoes Slameto, Kabag Humas Pemkab Jember, serta pihak-pihak terkait seperti dari dinas perhubungan, KPID Jatim, dan bakesbanglinmas. (JP)

Read More ..

28 Mei 2010

TV Kabel Daerah Gagal Dapatkan Hak Siar Piala Dunia 2010

Kegembiaraan Piala Dunia 2010 rupanya tak dirasakan oleh penyelenggara TV berbayar daerah. Operator TV berlangganan yang banyak beroperasi di daerah-daerah yang tak terjangkau siaran TV terestrial ini gagal memboyong siaran Piala Dunia Afrika Selatan ke haribaan pelanggan setianya di pelosok negeri.

"Kami tak berhasil menemukan kata sepakat dengan pihak Elektronik City Entertainment (ECE) selaku pemegang hak siar langsung dari Federation Internationale de Football Association (FIFA)," keluh, Hery Prasetyo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TV Kabel Indonesia. Hery bilang, pihaknya tak berhasil dalam melakukan negosiasi harga dengan ECE. Padahal dalam beberapa kali pertemuan dengan ECE, sudah difasilitasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Wajar, kalau TV kabel daerah berusaha keras mendapatkan hak siar piala dunia. Selain banyak daerahnya tak terjangkau siaran TV terestrial, Hery merasa pihaknya tengah menjadi sorotan penertiban siaran TV kabel ilegal. "Daripada ada yang bandel curi-curi siaran piala dunia, kami berinisiatif untuk membeli secara resmi pada ECE," cetus Hery.

Apa mau dikata, harga penawaran yang terlalu tinggi dari ECE membuat pay TV daerah tersebut angkat tangan. "Kemampuan kami terbatas, dan capek juga bolak-balik terus ke Jakarta nawar harga," ungkap Hery. Meski semua pihak bungkam soal harga hak siar yang ditawarkan ECE, santer beredar kabar ECE memang merogoh kocek cukup dalam saat membeli hak siar dari FIFA. "Kabarnya sampai Rp 600 miliar," bisik seorang sumber pada Kontan. Makanya ECE pun ngotot menjual hak siar dengan harga selangit.

Di Indonesia, ECE telah menjual hak siarnya pada RCTI dan Global TV dari Grup Media Nusantara Citra (MNC).

Read More ..

27 Mei 2010

Hak Siar Piala Dunia: MNC Sibuk Genjot Iklan

Perhelatan akbar sepak bola, Piala Dunia Afrika Selatan 2010 bakal segera berlangsung. Inilah saatnya melonggarkan pikiran, rehat sejenak dari duka lara atas prestasi sepak bola nasional yang memilukan, dan menikmati sajian pertandingan sepak bola kelas wahid.

Di Indonesia, Elektronik City Entertainment (ECE) selaku pemegang hak siar langsung dari Federation Internationale de Football Association (FIFA) telah menjual hak siarnya pada RCTI dan Global TV dari Grup Media Nusantara Citra (MNC).

Sejak beberapa pekan belakangan ini, kedua stasiun televisi nasional itu sudah gencar melakukan promosi siaran pertandingan. "Kegiatan On Air maupun Off Air berupa kilas sejarah pemain besar dunia hingga pentas-pentas musik sudah mulai kami gelar," ujar juru bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan MNC, Gilang Iskandar pada Kontan, Kamis (27/5).

Walau pun bungkam soal angka yang harus dibayarnya untuk menebus hak siar dari ECE, Gilang bilang potensi pendapatan iklannya cukup sebanding. "Pokoknya kami targetnya bisa untung, dan potensi itu sekarang sudah terlihat jelas," katanya.

Terang saja. Siapa tak tergiur untuk pasang iklan di media dengan siaran yang dipastikan bakal dipelototi jutaan pasang mata penduduk Indonesia. "Sejauh ini pemasukan dari iklan sudah berhasil menopang berbagai kegiatan promo yang kami lakukan," beber Gilang, sumringah.

Read More ..