02 Juni 2010

Dadang Rahmat Hidayat dan Nina Mutmainah, Ketua dan Wakil Ketua KPI Pusat Baru

Rapat pleno anggota baru Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2010-2013 di Kantor KPI, Jakarta, Senin (31/5), menetapkan Dadang Rahmat Hidayat dan Nina Mutmainnah sebagai Ketua dan Wakil Ketua KPI Pusat yang baru. Dalam rapat pleno tersebut, dibahas pula mengenai pembagian kerja masing-masing anggota yang melingkupi 3 bidang yakni bidang kelembangaan, bidang struktur penyiaran dan bidang isi siaran. Rapat pleno yang dihadiri semua anggota KPI Pusat baru tersebut berlangsung sampai sore hari. Direncanakan, serah terima jabatan antara KPI Pusat yang baru dengan periode sebelumnya dilangsungkan pada Kamis (3/6) mendatang.

Read More ..

01 Juni 2010

Distribusi Ulang Piala Dunia Dilarang

Dewan Pengurus Pusat DPP Aptekindo (Asosiasi Pengusaha Televisi Kabel Indonesia) melontarkan imbauan keras. Selama Piala Dunia berlangsung, jaringan TV kabel seluruh Jember dilarang mendistribusikan siaran ulang World Cup tersebut. Alasannya, apabila dilanggar akan dikenakan sanksi sesuai peraturan pemilik hak siar. "Penyiaran ulang ini dalam bentuk apa pun oleh operator lokal (pengelola TV kabel, Red), dan tanpa kecuali," kata Heri, ketua DPP Aptekindo, di aula RM Talangsari kemarin.

Di sela-sela melantik jajaran pengurus DPC Aptekindo Jember itu, Heri juga menambahkan pihaknya akan turut memantau larangan itu. Karena kepemilikan hak siar penayangan Piala Dunia tersebut telah diatur sebelumnya, antara panpel Piala Dunia dengan pihak televisi. "Jadi, supaya jangan ada penyalahgunaan pengelola TV Kabel di Jember," lanjutnya.

Secara khusus, Heri memberikan apresiasi bagus pada para pengelola TV Kabel yang ada di Jember. Menurut dia, bisnis tersebut cukup menggiurkan jika ditekuni dengan sungguh-sungguh. Namun, karena berkaitan dengan pelayanan ke costumer, maka hak-hak pelanggan harus diutamakan.

Karena itulah, dengan terbentuknya DPC Aptekindo di Jember ini, dia berharap agar pelanggan bisa menikmati acara televisi dengan lebih variatif. Sehingga sasaran memberikan pembelajaran (edukasi) dan informasi pada masyarakat akan cepat mengena.

Dalam pelantikan DPC Aptekindo Jember itu sendiri, terpilih Abdul Wahid (Talangsari) sebagai ketua baru. Wakil dijabat Hari Nurdi, sementara Imam Jainuri menjadi sekretaris dan bendahara oleh Nur Rosyid. "Pembentukan DPC Aptekindo ini untuk memberikan wadah bagi komunitas pengelola TV kabel atau yang biasa disebut operator lokal di Jember," kata Heri, ketua DPC Aptekindo Jember.

Asosiasi inilah, yang akan menjembatani para lokal operator yang bernaung dalam PT untuk urusan perizinan. Termasuk, salah satunya adalah penggunaan tiang listrik lewat mitra PLN, PT Icon Plus. "DPC Aptekindo Jember akan mewadahi dua PT yakni PT Jember Vision dengan Plus Media," katanya.

Sementara waktu, DPC Aptekindo Jember telah beranggotakan 31 pemilik TV kabel. Melihat perkembangan di lapangan, akan cepat berkembang karena sejauh ini di Jember saja ada sekitar 300 pengelola TV kabel. "Asosiasi ini untuk memberikan kemudahan legalitas usaha," lanjutnya.

Pelantikan pengurus DPC Aptekindo Jember sendiri dihadiri Drs Agoes Slameto, Kabag Humas Pemkab Jember, serta pihak-pihak terkait seperti dari dinas perhubungan, KPID Jatim, dan bakesbanglinmas. (JP)

Read More ..

28 Mei 2010

TV Kabel Daerah Gagal Dapatkan Hak Siar Piala Dunia 2010

Kegembiaraan Piala Dunia 2010 rupanya tak dirasakan oleh penyelenggara TV berbayar daerah. Operator TV berlangganan yang banyak beroperasi di daerah-daerah yang tak terjangkau siaran TV terestrial ini gagal memboyong siaran Piala Dunia Afrika Selatan ke haribaan pelanggan setianya di pelosok negeri.

"Kami tak berhasil menemukan kata sepakat dengan pihak Elektronik City Entertainment (ECE) selaku pemegang hak siar langsung dari Federation Internationale de Football Association (FIFA)," keluh, Hery Prasetyo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha TV Kabel Indonesia. Hery bilang, pihaknya tak berhasil dalam melakukan negosiasi harga dengan ECE. Padahal dalam beberapa kali pertemuan dengan ECE, sudah difasilitasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Wajar, kalau TV kabel daerah berusaha keras mendapatkan hak siar piala dunia. Selain banyak daerahnya tak terjangkau siaran TV terestrial, Hery merasa pihaknya tengah menjadi sorotan penertiban siaran TV kabel ilegal. "Daripada ada yang bandel curi-curi siaran piala dunia, kami berinisiatif untuk membeli secara resmi pada ECE," cetus Hery.

Apa mau dikata, harga penawaran yang terlalu tinggi dari ECE membuat pay TV daerah tersebut angkat tangan. "Kemampuan kami terbatas, dan capek juga bolak-balik terus ke Jakarta nawar harga," ungkap Hery. Meski semua pihak bungkam soal harga hak siar yang ditawarkan ECE, santer beredar kabar ECE memang merogoh kocek cukup dalam saat membeli hak siar dari FIFA. "Kabarnya sampai Rp 600 miliar," bisik seorang sumber pada Kontan. Makanya ECE pun ngotot menjual hak siar dengan harga selangit.

Di Indonesia, ECE telah menjual hak siarnya pada RCTI dan Global TV dari Grup Media Nusantara Citra (MNC).

Read More ..

27 Mei 2010

Hak Siar Piala Dunia: MNC Sibuk Genjot Iklan

Perhelatan akbar sepak bola, Piala Dunia Afrika Selatan 2010 bakal segera berlangsung. Inilah saatnya melonggarkan pikiran, rehat sejenak dari duka lara atas prestasi sepak bola nasional yang memilukan, dan menikmati sajian pertandingan sepak bola kelas wahid.

Di Indonesia, Elektronik City Entertainment (ECE) selaku pemegang hak siar langsung dari Federation Internationale de Football Association (FIFA) telah menjual hak siarnya pada RCTI dan Global TV dari Grup Media Nusantara Citra (MNC).

Sejak beberapa pekan belakangan ini, kedua stasiun televisi nasional itu sudah gencar melakukan promosi siaran pertandingan. "Kegiatan On Air maupun Off Air berupa kilas sejarah pemain besar dunia hingga pentas-pentas musik sudah mulai kami gelar," ujar juru bicara sekaligus Sekretaris Perusahaan MNC, Gilang Iskandar pada Kontan, Kamis (27/5).

Walau pun bungkam soal angka yang harus dibayarnya untuk menebus hak siar dari ECE, Gilang bilang potensi pendapatan iklannya cukup sebanding. "Pokoknya kami targetnya bisa untung, dan potensi itu sekarang sudah terlihat jelas," katanya.

Terang saja. Siapa tak tergiur untuk pasang iklan di media dengan siaran yang dipastikan bakal dipelototi jutaan pasang mata penduduk Indonesia. "Sejauh ini pemasukan dari iklan sudah berhasil menopang berbagai kegiatan promo yang kami lakukan," beber Gilang, sumringah.

Read More ..

21 Mei 2010

Metro TV Ubah Pola Pemberitaan, Jauhi Kekerasan

Metro TV melakukan perubahan dan inovasi dalam siarannya. Tidak hanya pada tampilan, tetapi juga orientasi kerja dengan mengedepankan idealisme untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan dan menjauhi berita kekerasan. Direktur Pemberitaan Metro TV, Suryopratomo, dalam peluncuran ulang televisi berita itu di Jakarta, Kamis (20/5), mencontohkan, pihaknya berusaha tidak lagi menampilkan kekerasan dan darah, tetapi akan lebih memberi solusi, sekaligus menjelaskan duduk perkara suatu peristiwa.

Dia mencontohkan, di Amerika Serikat (AS) ada media yang menampilkan peristiwa bocornya pengeboran minyak di Teluk Meksiko yang bisa menjadi bencana kemanusiaan. Media mengungkapkan fakta dan meminta semua pihak terkait untuk bertanggungjawab, termasuk mencari teknologi untuk mengatasi masalah tersebut. Di Indonesia, kasus Lapindo tenggelam dengan pemberitaan lain, tanpa ada upaya untuk mengatasi agar lumpur berhenti.

Diakuinya, banyak informasi secara beruntun dan dan menarik perhatian masyarakat saat ini, seperti kasus Century, KPK, Susno Duaji, dan Syahril Johan sehingga lupa mendorong upaya mengatasi lumpur Lapindo. Oleh karena itu, ia menilai, untuk mengubah kultur kerja tidak mudah. Dia menyatakan, umumnya dibutuhkan waktu 4 hingga 5 tahun agar muncul budaya baru.

Ketika ditanya tentang pesaingnya, Suryopratomo yang juga tampil bersama Dirut Metro TV, Wisnu Hadi, mengatakan bahwa pihaknya tidak hanya melihat ke dalam, tetapi juga keluar. TV asing kini juga memuat berita tentang Indonesia, seperti CNN dan BBC. Mereka juga mengincar kue iklannya.

Surat peringatan

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Barat (NTB) pernah melayangkan surat peringatan kepada Metro TV terkait siaran peristiwa kerusuhan di sekitar Makam Mbah Priok di Jakarta Utara, karena menayangkan aksi kekerasan secara vulgar. Wakil Ketua KPID NTB Sukri Aruman di Mataram, mengatakan, surat peringatan tersebut juga ditembuskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dan Gubernur NTB.

Ia mengatakan, peringatan yang disampaikan ke Metro TV karena siaran kasus kerusuhan di Koja Jakarta Utara banyak diprotes masyarakat NTB karena gambar yang ditayangkan mengeksploitasi kekerasan. "Kami menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat NTB terkait tayangan kasus kerusuhan di sekitar makam Mbah Priok di Jakarta Utara yang mengedepankan aksi kekerasan. Ini dikhawatirkan menimbulkan trauma dan keresahan di tengah masyarakat," ujarnya.

Dia mengakui sebagian stasiun TV masih menayangkan isi siaran yang tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang menyangkut aksi kekerasan, pornografi, dan pornoaksi. "Karena itu kami mengharapkan dengan adanya peringatan tersebut TV swasta nasional tidak terlalu mengedepankan isi siaran yang kekerasan, seperti dalam siaran kasus kerusuhan," katanya. (Antara)

Read More ..

17 Mei 2010

Korut Terancam Tanpa Siaran PD

Setelah absen selama 44 tahun, timnas Korea Utara (Korut) bisa tampil lagi di ajang Piala Dunia (PD) 2010 Afrika Selatan. Sayang, justru pada saat tim kesayangan mereka ambil bagian, publik sepakbola Korut terancam tidak bisa menyaksikan tayangan langsung.

Pada PD 2006 Jerman, publik Korut dapat menonton siaran langsung PD secara gratis. Itu terjadi karena SBS, yang merupakan pemegang hak siar di kawasan Semenanjung Korea, bersedia membagi siaran secara gratis dengan Korut.

Namun, seiring dengan berjalannya ketegangan politik antara Korut dan Korsel, pemerintah Korsel kini sepertinya enggan berbagi hak siar yang kini dimiliki SBS, perusahaan asal Korsel, selama PD 2010 mendatang. Opsi lain bagi Korut adalah (siaran) dari TV Tiongkok, tapi itu juga belum pasti.

Keengganan Korsel berbagi hak siar secara gratis itu, terutama dikarenakan adanya insiden tenggelamnya kapal perang Korsel Cheonan pada 26 Maret lalu. Ledakan yang mengakibatkan meninggalkan 46 orang itu, memang disinyalir akibat serangan pihak Korut.

Nah, akibat insiden itu, hubungan kedua negara pun kembali menjadi tegang. Telah dilakukan beberapa kali perundingan, namun belum ditemukan titik temu. Problem bagi Korut adalah juga karena mereka belum pula memiliki izin peliputan TV di Afsel.

"Kami telah merencanakan untuk bergerak maju lewat perundingan serius selama April dan Mei, tapi hal tersebut tidak menunjukkan kemajuan, di tengah ketegangan hubungan antara Korsel dan Korut," ujar sumber dari SBS, seperti dilansir AFP.

"Yang terpenting saat ini seharusnya lebih mengedepankan sentimen publik. Insiden perbatasan antara kedua negara itu telah membuat kami tidak bisa memberikan siaran langsung secara gratis. Itu merugikan publik Korut," lanjut sumber SBS itu pula.

Kendati sebagian besar masyarakat Korut masih hidup miskin, namun bukan berarti perhatian mereka kepada sepakbola negerinya minim. Apalagi pada PD 2010 ini, tim kesayangan mereka akhirnya kembali ambil bagian. Ini merupakan kali kedua setelah PD 1966 lalu.

Pada Piala Dunia yang kali pertama dihelat di benua Afrika ini, Korut sendiri akan berada di grup maut. Mereka bakal bersaing dengan Brazil, Portugal, serta Pantai Gading di grup G. Oleh karena itu, lantaran demikian menariknya pertandingan yang bakal berlangsung, sekarang publik Korut pun berharap ketegangan antara kedua negera segera mereda.

Read More ..