Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur empat program "reality show" televisi yaitu Dibayar Lunas, Termehek-mehek, Orang ke-3 dan Face to Face, karena melanggar ketentuan.
Hal itu dikatakan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat Fetty Fajriati Misbach usai Sosialisai Hasil Pemantauan di Batam, Kamis.
Ia mengatakan Termehek-mehek dan Orang ke-3 ditayangkan Trans TV, dan Face to Face yang ditayangkan ANTV ditegur karena menyiarkan acara yang mengandung kekerasan dan kata-kata kotor.
"Kekerasan sudah melampaui batas," kata dia.
Sedangkan program reality show Dibayar Lunas yang ditayangkan pada Sabtu, 6 Juni 2009 pukul 17.30 WIB di RCTI ditegur karena dianggap mengeksploitasi orang miskin.
"Program ini dinilai mengeksploitasi orang miskin, tidak mendidik dan tidak manusiawi," kata dia.
Selain menegur empat reality show, KPI juga menghentikan sementara program reality show Bukan Empat Mata dan Curhat Anjasmara.
Di tempat yang sama, anggota Dewan Pers Bekti Nugroho mengatakan tayangan reality show yang menawarkan kesedihan membuat masyarakat menjadi melankolis dan pesimistis.
"Tayangan itu membangun generasi yang rapuh, tidak mengerti bagaimana berjuang," kata Bekti. Masyarakat, kata dia menjadi bingung dengan yang benar dan salah.
Sementara itu, perwakilan ANTV Edi mengatakan program reality show mendapatkan perhatian besar dari masyarakat, iklan pun tinggi, sehingga memberikan keuntungan kepada industri televisi.
"Rata-rata share reality show diatas 10. Ini memberikan kontribusi besar untuk perusahaan," kata dia.
Senada dengan Edi, perwakilan Trans Coorporation Panca mengatakan, reality show memberikan keuntungan kepada masyarakat.
"Kalau reality show ditiadakan, nanti karyawan dipecat," kata dia. (kompas.com)
13 Juni 2009
KPI Tegur Empat "Reality Show"
12 Juni 2009
KPU Tandatangani MoU dengan 5 Stasiun TV
Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini menandatangani nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima stasiun televisi swasta terkait penyelenggaraan dan penayangan acara debat calon Presiden dan calon Wakil Presiden.
Anggota KPU I Gusti Putu Artha, Jumat (12/6) malam ini mengatakan, pada saat acara debat tersebut digelar, sekurang-kurangnya tiga stasiun TV akan menayangkan acara itu secara langsung.
Beberapa isi debat yang diusulkan diantaranya mengenai penegakan HAM dan jati diri bangsa, yang juga dipastikan akan diangkat dalam debat.
Putu Artha menambahkan, KPU tidak berkewajiban untuk mendiskusikan tema debat dengan tim kampanye pasangan calon, dan bentuk komunikasi yang dilakukan saat ini antara KPU dengan tim kampanye tiga pasangan calon merupakan niat baik KPU sebagai bentuk political will.
Pada acara debat capres dan cawapres mendatang, jumlah undangan yang menghadiri acara tersebut disepakati sebanyak 500 orang. Pelaksanaan acara sendiri rencananya akan digelar di stasiun TV di studio masing-masing, yang diperkirakan mampu menampung sekitar 500 orang, kecuali untuk TV One yang akan menggelar acara tersebut di Hotel Bidakara. (Elshinta.com)
'Termehek-mehek' Pakai Pemain Bayaran Tergantung Kondisi
Dituduh membohongi penonton, Trans TV mengklaim sejak awal menyebut 'Termehek-mehek' sebagai drama reality bukan reality show. Mereka pun mengakui dalam kondisi tertentu, pemakaian pemain bayaran diperlukan.
"Pada kondisi tertentu mungkin saja itu terjadi, yang penting kita tidak mengubah ceritanya," jelas humas Trans TV, Hadiansyah saat dihubungi detikhot melalui telepon Jumat (12/6/2009).
Menurut Hadiansyah, ada kondisi-kondisi yang tidak bisa membuat seseorang ditampilkan. Misalnya saja karena minta diburamkan atau karena memang yang bersangkutan tidak layak.
"Tapi kita selalu mengusahakan yang sebenarnya," tegasnya.
Dalam proses pembuatan Termehek-mehek, tim Trans TV bekerjasama dengan rumah produksi Triwarsana. Proses pembuatan dimulai dari menyaring cerita yang masuk dari masyarakat. Cerita yang terpilih kemudian dipelajari untuk kemudian dilakukan pengambilan gambar. Saat syuting itulah ada kondisi-kondisi yang mungkin saja menggunakan pemain bayaran. (detik.com)
11 Juni 2009
TV Digital Bisa Diakses Lewat WiFi
Meski menggunakan teknologi DVB-H (Digital Video Broadcasting-Handheld), siaran TV digital dapat diakses melalui jaringan WiFi. Demikian dikatakan Suharso W. Sulistyo, Group Head Value Added Service Marketing Indosat saat memperkenalkan siaran TV digital hasil kerja sama antara Indosat dan Konsorsium TREN.
"Dengan inovasi ini kami mengharapkan masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dari siaran TV dimana saja dan kapan saja melalui ponsel mereka, dengan kualitas gambar dan suara yang jauh lebih baik," katanya.
Secara teknologi, siaran TV digital tersebut sebenarnya hanya dapat diakses menggunakan ponsel yang mendukung DVB-H. Namun, karena jumlah perangkat yang dapat menerima sinyal DVB-H masih terbatas, WiFi pun dimanfaatkan.
Menurut D Edwin Sudibyo, CTO OkeVision, salah satu anggota konsorsium tersebut, hal tersebut merupakan hasil inovasi yang selama ini belum pernah ditemukan di negara lain. Apalagi mengingat infrastruktur Wifi berupa hotspot-hotspot terutama milik Indosat telah tersebar di banyak tempat.
Untuk menyalurkan siaran DVB-H melalui WiFi, jelas Edwin, dibutuhkan proses konversi. Format siaran DVB-H harus "dibalut" dengan IP di WiFi agar dapat diterima perangkat-perangkat yang telah menggunakan WiFi. Namun, ia mengakui akan ada delay antara siaran yang diterima perangkat DVB-H dan melalui WiFi sekitar 5 detik.
Untuk mengakses siaran TV digital dari TREN melalui WiFi, dapat dilakukan di are acakupan hotspot-hotspot IndosatNet. Hal tersebut dapat dilakukan melalui ponsel atau laptop. Cukup koneksi ke hotspot IndosatNet maka akan diarahkan langsung ke siaran TV digital melalui browser dan dijalnkan dengan Quick Time.
Jika diakses menggunakan handset, siaran TV digital akan langsung dijalankana melalui media video player seperti Real Player pada Nokia N77 atau N96. (kompas.com)
Awas! Nonton TV Bisa Merusak Kewaspadaan
Sering nonton televisi? Hati-hati lho, ternyata kegiatan mengasyikkan ini bisa mengurangi waktu tidur Anda. Paling tidak begitulah disebutkan sebuah penelitian tentang : The Time of Our Lives: Work, Sleep and Television yang dipresentaskan Mathias Basner, MD, MS, MSc, dan David F. Dinges, PhD, dari Univeristas Pennsylvania pada SLEEP 2009, 23rd Annual Meeting of the Associated Profesional Sleep Societes awal pekan ini .
Ini apalagi kalau nonton menjadi aktivitas utama yang dilakukan sebelum tidur. Kabarnya kegiatan tersebut dilakukan oleh lebih dari 50% reseponden penelitian mereka. Menurut para peneliti , menonton TV dapat mereduksi waktu tidur yang diperlukan bagi kebutuhan fisiologis. Tidur kurang dari 7-8 jam sehari merusak kewaspadaan dan berkaitan dengan meningkatnya obesitas, ketidaknormalan dan kematian. (tempo.com)
10 Juni 2009
Dihentikan KPI, Tukul Tetap Shooting
Marketing Public Relation Dept Head Trans7 Anita Wulandari mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara resmi terkait penghentian sementara program acara Bukan Empat Mata oleh pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, sesuai surat keputusan nomor 06/KPI/SP/06/09.
"Hal itu sepertinya enggak bisa dikomentari sekarang," ujar Anita ditemui di Gedung Trans TV Lt 3A, Jakarta Selatan, Rabu (10/6).
Pihaknya meminta agar menunggu satu hingga dua hari ke depan untuk memberikan keterangannya. Menurut Anita, saat ini pihaknya masih berusaha meminta klarifikasi terkait surat penghentian program acara yang dipandu komedian Tukul Arwana tersebut.
"Kita sudah minta waktu kepada KPI untuk klarifikasi mengenai masalah ini, kita mau ketemu KPI dulu dan klarifikasi. Mudah-mudahan, satu sampai dua hari ini bisa selesai," tambah Anita.
Sambil menunggu klarifikasi dari pihak KPI Pusat, menurut Anita, shooting untuk program acara Bukan Empat Mata akan terus dilaksanakan. "Kita sampai saat ini masih shooting. Untuk kelanjutannya, kita lihat keputusannya nanti ya," kilah Anita.
Dalam rapat pleno pada Selasa (9/6), KPI Pusat memutuskan untuk menghentikan sementara program tersebut. Keputusan itu akan berlaku mulai 13 Juni 2009. Hal tersebut disiarkan oleh KPI Pusat kepada pers melalui e-mail.
Trans 7 dinilai belum merealisasi komitmen mereka untuk melakukan perbaikan atas program tersebut. Pada 8 Mei lalu, Trans 7 telah menandatangani surat pernyataan untuk memperbaiki program itu dan mengundur waktu tayangnya menjadi di atas pukul 22.00 WIB.
Sayangnya, dalam pemantauan pada Juni 2009, pukul 21.30, KPI Pusat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam program itu. Salah seorang personel Kangen Band, yang menjadi bintang tamu, ketika itu secara spontan melontarkan kata yang berarti alat kelamin laki-laki. (kompas.com)