17 Juli 2008

Tiga Tayangan TV Bermasalah Dievaluasi???

Kompas, Kamis 17 Juli 2008 menulis sbb. :
Surat teguran kepada Trans TV atas tiga program yang dinilai bermasalah oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI telah disikapi dengan evaluasi dan mendatangi KPI untuk menyamakan persepsi.

Sebagai tayangan unggulan, Trans TV tak ada niat untuk menayangkan hal yang seronok. Namun, karena komedi, bisa saja spontan muncul hal-hal yang di luar skenario. Yang pasti, keinginan kedua belak pihak sudah disepakati. Demikian dikatakan Manajer Humas Trans TV A Hadiansyah Lubis, Rabu (16/7), tentang teguran terhadap tiga program yang dinilai bermasalah KPI, yang diekspose pekan lalu.

Seperti dilaporkan KPI, pemantauan sepanjang Mei 2008, ditemukan empat tayangan bermasalah. Satu di antaranya adalah Extravaganza, mendapat teguran terakhir.
Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat Yazirwan Uyun mengatakan, tiga tayangan lain yang bermasalah adalah Ngelenong Nyok (Trans TV), One Piece (Global TV), dan Suami-suami Takut Istri (Trans TV). ”KPI Pusat melakukan pemantauan terhadap 285 tayangan anak (episode) dari 92 judul pada sembilan stasiun televisi,” ujarnya. Uyun menjelaskan, suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik dan psikologis), baik dalam bentuk tindakan verbal maupun nonverbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat dan individual, tidak melindungi kepentingan anak-anak, remaja dan perempuan, serta tidak sesuai dengan norma kesopanan.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia Karni Ilyas mengatakan, pihaknya sangat mendukung penilaian yang dilakukan KPI terhadap isi tayangan televisi-televisi. Namun, KPI sebaliknya juga diingatkan untuk hati-hati menilai suatu tayangan dan iklan. Menurut Karni, sebagai lembaga independen, KPI mestinya mempunyai kekuatan untuk memberikan sanksi, tak hanya sebatas teguran.

Catatan Saya :
KPI masih terlalu lunak kepada station TV. Mestinya langsung berikan punishment saja begitu ada indikasi melenceng. Jangan setelah melenceng beberapa kali, baru diperingati. Kasihan masyarakat dan anak-anak yang terus dijejali sampah layar kaca.

8 komentar:

Anonim mengatakan...

Paling KPI nya kenyi

day mengatakan...

saifudin hidayat setuju ni

Anonim mengatakan...

KPI toh opo yo mas?

Komentar Bebas Buat Seleb mengatakan...

Kesadaran dari pengelola station tv kayaknya lebih bagus untuk sensorship, dari pada ditangani oleh KPI. Jadi lebih baik pendekatannya ke pengelola dari masyarakat aja yang bagus

Anonim mengatakan...

Kapan sih digital TV akan main di Indonesia?

Bumbim,
Pandegelang

Antonius Bram mengatakan...

denger2 17 agustusan, pemerintah akan mensoftlaunching tv digital. grand launchingnya yang belum jelas. udah ada percobaan kan pake TVRI?

Free Peoples mengatakan...

Setuju dgn KPI. Asal tidak berdasarkan nilai kelompok atau primordial tertentu saja.
So far Extravagansa gak ada yg aneh, cuma memang perlu di pertegas klasifikasi BO dan DEWASA.
Masyarakat kita khan bukan lagi orang2 geblek, pasti punya self-sensorship.
Dan jgn sampe KPI mematikan kreatifitas yg mencerdaskan bangsa.

Anonim mengatakan...

Wong KPI cuma mengevaluasi aja kok, gak ngasih sangsi apa-apa kok, jadi ya, jalan aja terus lah.. Paling banter di evaluasi lagi hehehe