11 Agustus 2010

Metro Dikritik Soal Keberimbangan

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat mengundang Metro TV untuk melakukan klarifikasi atas aduan masyarakat mengenai keberimbangan Metro TV dalam pemberitaan. "Ada keluhan dari masyarakat mengenai porsi pemberitaan Metro TV dalam isu Nasional Demokrat (Nasdem) dan kasus Aburizal Bakrie yang diduga tidak proposional," kata Ezki Suyanto, Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat.

Memenuhi panggilan ini, Retno Shanty, Deputy Chief Director Metro TV di kantor KPI, 9 Agustus 2010 menjelaskan bahwa Metro TV menerapkan prinsip jurnalistik secara berimbang., "Metro juga menayangkan pidato Presiden di Mataram yang menurut kami berhubungan isu Nasdem walaupun wartawan kami tidak diundang,” ucap Shanty. Begitu juga ketika menyangkut Kaltim Prima Coal (KPC),perusahaan tambang milik Aburizal Bakrie Metro memberikan kesempatan kepada Aburizal Bakrie untuk memberikan pernyataan. Shanty menambahkan Surya Paloh sebagai pemilik juga tidak pernah melarang peliputan. "Walaupun ada pihak yang berseberangan kami tetap tayangkan dan klarifikasi," tutup Shanti.

Ezki Suyanto juga menjelaskan jangan sampai ada anggapan KPI menghambat berita. Merupakan kewajiban KPI untuk meneruskan pengaduan dan pertanyaan publik."Klarifikasi ini akan kami tembuskan ke Dewan Pers," lanjut Ezki.

Selanjutnya, Yazirwan Uyun, Anggota KPI Pusat Bidang Isi Siaran yang hadir dalam forum klarifikasi tersebut mengingatkan jangan sampai media yang menggunakan frekuensi milik publik digunakan untuk kepentingan tertentu. Hal itu sejalan dengan amanat UU penyiaran. Dalam pengawasan isi siaran, KPI senantiasa menindaklanjuti semua pengaduan masyarakat dan meneruskan ke lembaga penyiaran yang bersangkutan. KPI juga sudah mengingatkan beberapa stasiun tv mengenai dugaan pemanfaatan frekuensi untuk kepentingan kelompok tertentu.

Tidak ada komentar: