TelkomVision terus menggiatkan aksi bersih-bersih terhadap pelanggan layanan TV berbayarnya yang ilegal. Berbagai cara pun dilakukan agar kerugian perusahaan tak semakin menggelembung.
Dikatakan Rahadi Arsyad, Presiden Direktur TelkomVision, menjamurnya pelanggan ilegal inilah yang memaksa perusahaan yang dipimpinnya tersebut melakukan re-launching pada Juli 2007 lalu.
Lihat saja, sejak kehadirannya pada tahun 1997, anak perusahaan Telkom ini hanya mampu menggaet 20 ribu pelanggan. "Baru sejak diluncurkan ulang, jumlah pelanggan kami sekarang sudah mencapai 230 ribu," ujarnya dalam acara jumpa pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (30/4/2009).
Berbagai tambalan dalam sistem keamanan layanan TelkomVision tentu menjadi prioritas utama dalam re-launching tersebut. "Hal itu biar layanan kami gak kebobolan lagi seperti dulu," tukas Rahadi.
Maraknya aksi pembajakan pelanggan TelkomVision ini, menurut Rahadi, sebagian besar dilakukan di wilayah-wilayah pedesaan, terutama di Kalimantan dan Sumatera.
"Namun mungkin bukan mau melanggar juga, tapi lebih kepada mereka tidak tahu kalau meredistribusi channel itu ada aturannya," lanjutnya.
Pun demikian, bukan berarti hal itu bakal dibiarkan. TelkomVision sendiri sudah menegaskan untuk melakukan tindakan terhadap para pengguna ilegal tersebut. Sebab, mereka pun tak mau menjadi tambah rugi.
Sejumlah pihak pun telah digandeng, mulai dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Depkominfo hingga aparat penegak hukum. "Tapi sayangnya sampai saat ini kita terus yang berinisiatif, aparat banyak juga yang masih yang belum mengerti," keluhnya.
Sementara untuk melindungi kontennya, TelkomVision melakukan kerja sama dengan Irdeto, perusahaan penyedia solusi dan layanan perlindungan konten dan model bisnis yang berbasis di Belanda. (Detik.com)
30 April 2009
TelkomVision Perangi Pelanggan Ilegal
Mahkamah Agung AS Mendukung Penindakan Ucapan Tidak Pantas di Televisi
Mahkamah agung Amerika Serikat (AS) mendukung penindakan atas pelanggaran-pelanggaran yang ada di televisi. Sebuah kebijakan yang ditujukan kepada lembaga penyiaran untuk melarang sebuah ucapan yang tidak pantas pada saat siaran langsung.
Sejak pertama kali standar norma penyiaran diterapkan, lebih dari 30 tahun silam, pada hari Selasa, 28 April 2009, pengadilan tinggi AS telah memenangkan Federal Communication Commission (FCC), yang sebelumnya hanya melarang ucapan yang tidak pantas seperti F-word dan S-word pada siaran langsung acara TV saat jam anak-anak menonton televisi.
Beberapa kasus yang mendorong FCC untuk mengeluarkan keputusan tersebut pada tahun 2006, yaitu saat jaringan televisi FOX melanggar norma kesusilaan ketika penyanyi CHER secara tidak sengaja mengeluarkan kata-kata tidak pantas di ajang 2002 Billboard Music Awards dan aktris Nicole Richie menggunakan dua buah kata tidak pantas pada ajang yang sama tahun 2003.
Namun pada saat itu, FOX menentang keputusan FCC tersebut dan meminta FCC memberikan penjelasan yang lebih beralasan.
FCC di bawah pemerintahan George W. Bush, telah meningkatkan penindakan terhadap konten televisi dan radio yang melanggar norma kesusilaan setelah insiden Pop Star Janet Jackson secara jelas memperlihatkan payudaranya saat acara Super Bowl tahun 2004.
Sebelum tahun 2004, FCC biasanya tidak melakukan teguran terhadap pelanggaran norma kesusilaan pada saat siaran langsung acara TV kecuali terjadi secara berulang-ulang.
Dengan perbandingan 5:4 pada pemungutan suara oleh hakim yang terbagi antara golongan konservatif dan liberal, para hakim mendukung kebijakan baru FCC di bawah Administratives Procedure Act.
Hakim Antonin Scalia, memberikan kesimpulan dari mayoritas suara hakim di pengadilan tinggi AS yang mengatakan bahwa mendukung kebijakan baru FCC ini adalah rasional.
29 April 2009
Surat Pembaca Kompas : Tayangan Mengubah Transeksual
Menarik juga isi sebuah surat di kolom Redaksi YTH, harian Kompas, dengan tulisan sbb. :
Belakangan ini saya merasa terganggu oleh sebuah program di stasiun televisi Global TV yang berjudul Be A Man, yang kini sudah masuk pada tayangan kedua. Acara ini ingin mengubah para transeksual/waria peserta pada acara tersebut menjadi laki-laki tulen. Mungkin bagi pencipta program ini, mengubah transeksual menjadi laki-laki tulen adalah sebuah tugas yang mulia, tetapi bagi saya tidak.
Entah apa yang mendasari para waria/transeksual tersebut untuk mengikuti program ini. Bagi saya ini bukan satu jalan menjadi terkenal, tapi melanggengkan olok-olok dan cemoohan yang jelas-jelas merendahkan derajat diri seorang manusia. Seingat saya, di dalam banyak konvensi internasional mengenai hak-hak asasi manusia yang sudah diratifikasi oleh Indonesia, hak atas seksualitas adalah salah satunya.
Apabila benar kita ingin menjadi negara yang menghargai HAM dan sering kali mengaku-aku sebagai negara yang ramah, program semacam ini jelas seharusnya tidak tayang di televisi. Mohon kepada yang duduk di meja kreatif di televisi swasta yang ada di Indonesia untuk lebih berpikir cerdas ketika merancang sebuah program yang berdampak panjang pada generasi penerus bangsa ini. Cerdas tidak hanya berpikir soal rating dan harus menghibur, tapi juga memerhatikan hak-hak orang lain yang mungkin terlanggar.
Dalam hal ini saya tidak menentang segala bentuk ekspresi dan preferensi seksual manusia karena saya menganggap hal itu alamiah dan pilihan pribadi seseorang. Menghargai mereka yang memiliki preferensi seksual/seksualitas yang berbeda dari kita memang tidak mudah, tapi jika kita tidak memulainya apakah masih adil jika kita meminta orang lain untuk menghargai pilihan kita? Transeksual bukan suatu penyakit, tidak perlu disembuhkan. (WENNY MUSTIKASARI Bukit Pamulang Indah, Tangerang).
28 April 2009
FOX lebih memilih American Idol ketimbang Pidato Obama
Untuk pertama kalinya kanal televisi FOX berani mengatakan bahwa apa yang dikatakan Presiden mereka Barrack Obama tidak lebih penting dari acara yang ada di televisi. Kanal TV yang menayangkan American Idol ini memilih untuk tidak menayangkan pidato Obama pada primetime rabu malam nanti.
Sebagai gantinya, FOX akan tetap menayangkan program regular pada jam 8 malam dan meluncurkan serial terbaru lie to me. Menurut Associated Press, sebenarnya FOX tidak berkeberatan tidak menayangkan serial terbaru lie to me, tetapi mereka mengkhawatirkan pidato Obama akan menghabiskan waktu 1 jam sehingga dapat mengganggu program acara unggulan mereka American Idol.
Tetapi FOX tidak sepenuhnya tidak menayangkan pidato Obama, sebagai gantinya mereka menayangkan pada kanal tv kabel FOX dan kanal bisnis FOX. Pidato Obama sebelumnya selalu ditayangkan oleh empat jaringan TV tersebut dan menyebabkan kerugian tayangan iklan jutaan dollar. (KPI)
23 April 2009
Kalsel Siap Dengan Televisi Berjaringan
Pemerintah menyatakan tetap konsisten menerapkan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) televisi. Hal itu sesuai dengan amanah UU No. 32 Tahun 2002 dan menyatakan batas akhir penerapan sistem berjaringan paling lambat 28 Desember 2009. Berkait hal itu, Kalsel yang memiliki beberapa televisi lokal siap menerapkan televisi berjaringan bekerjasama dengan televisi nasional. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Kalimantan Selatan Akhmad Syaufi SH MH, (14/4).
Sementara, Syaufi baru saja menghadiri Focused Group Discussion pada 13 April 2009 yang lalu di Bali. Acara ini dihadiri Depkominfo RI, KPI Pusat, KPID se wilayah Indonesia Timur dan Tengah TVRI, dan ATVSI (Asosiasi Televisi Swasta Indonesia) di Hotel Inna Kuta Beach-Bali. "Apapun yang terjadi visi berjaringan akan dilakukan paling lambat 28 Desember 2009. Konsekuensinya, stasiun televisi nasional jika ingin eksis di daerah maka harus bekerjasama dengan stasiun televisi lokal," papar Syaufi.
Syaufi juga mencontohkan RCTI, jika RCTI ingin tetap mengudara di Kalsel, maka RCTI harus berbadan hukum lokal atau bisa mendirikan stasiun televisi, misalnya menjadi RCTI Banjarmasin. Atau, jika ingin tetap mengudara di kalsel, maka RCTI harus bekerja sama dengan stasiun televisi lokal yang ada.
Untuk melihat kesiapan televisi lokal, ungkap Syaufi, pemerintah melalui Dirjen SKDI (Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi) akan ke Kalsel pada bulan Juni untuk dengar pendapat. "Dirjen SKDI akan melihat kondisi daerah terhadap penerapan televisi berjaringan dan untuk merespon apa yang diinginkan oleh daerah," terangnya.
Keuntungan yang didapat dari televisi berjaringan, imbuh Syaufi, misalnya penggunaan SDM lokal yang lebih besar serta adanya pembagian keuntungan dari iklan antara televisi nasional selaku kepala jaringan dan televisi lokal sebagai anggota jaringan. Untuk konsten siaran maka porsinya 90 % nasional dan 10 % tayangan lokal.
Penandatanganan yang dilakukan harus berdasarkan persetujuan menteri. Jika televisi nasional tidak siap menerapkan siaran berjaringan, maka harus menghentikan siarannya di daerah. Lebih lanjut Syaufi menguraikan beberapa hasil dari pertemuan di Bali, diantaranya penerapan SSJ Televisi tetap dilaksanakan, meskipun mengalami kendala pada saat pelaksanaan. Dasar hukum penerapan SSJ akan diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah/peraturandi bawahnya (Permen).
Kemudian, pelaksanaan SSJ dapat dilakukan dengan cara bekerjasama dengan LPS baru pada suatu daerah tertentu (TV Lokal baru), kriteria lokal dalam SSJ lokal, content lokal, memanfaatkan SDM lokal, dan mengutamakan investor lokal, dimana definisi "lokal" dan indikatornya diserahkan kepada KPI/KPI Daerah untuk merumuskannya.
Selanjutnya, KPI dan KPID diharapkan dapat memberikan masukan terhadap draft peraturan SSJ, sehingga draft peraturan tersebut dapat memenuhi kepentingkan daerah.
Dan terakhir, pembahasan lebih lanjut atas masukan KPI Daerah se-Indonesia terhadap draft peraturan SSJ akan ditindak lanjuti pada RAKORNAS KPI 2009 yang rencananya dilaksanakan pada pertengahan Mei 2009 di Solo-Jateng. (Barito Pos)
20 April 2009
TV One Siarkan Semifinal FA Cup
Salah satu televisi nasional, TV One akan menayangkan dua partai pertandingan besar semifinal FA Cup.
Dua pertandingan besar yang ditampilkan adalah pertandingan antara Chelsea menghadapi Arsenal yang ditayangkan Sabtu pukul 23.15 WIB dan pertandingan MU melawan Everton pada Minggu (19/4) pukul 22.00 WIB.
Humas Tv One, Dino Geofanni di Jakarta Sabtu menyatakan, kehadiran partai semifinal FA Cup ini diharapkan dapat semakin memanjakan pemirsa tvOne, khususnya para pencinta sepak bola.
Ia menyatakan, pertandingan sepak bola dari klub-klub terbaik dan pilihan sangat dinantikan oleh para pencinta sepak bola, setelah pada musim yang lalu menghadirkan tayangan-tayangan sepak bola pilihan bagi para pemirsanya, maka kini tvOne kembali menggelar berbagai program sepak bola menarik untuk musim ini.

