05 Februari 2009

Diancam Distop, Indosiar Tetap Tayangkan 'Hareem'

KPI Pusat mengancam akan menghentikan sinetron 'Hareem' yang dibintangi Shandy Aulia jika materinya tidak diperbaiki. Namun pihak Indosiar sebagai stasiun televisi yang menayangkan 'Hareem' tetap akan memutar sinetron itu.

"Sementara belum akan kita perbaiki karena kita akan bicara dulu dengan pihak PH-nya, jadi sementara ini tetap seperti biasa," jelas Gufron, Humas Indosiar, saat dihubungi detikhot lewat telepon, Kamis (5/2/2009).

Gufron menjelaskan kalau pihaknya sudah bertemu dengan KPI Pusat dan telah membahas soal 'Hareem'. Indosiar pun menyambut baik surat peringatan yang telah dikirimkan.

Menurut Gufron, cerita 'Hareem' tidak sedikit pun berniat untuk melecehkan atau menghina Islam. Mengenai protes yang dilayangkan MUI dan sejumlah anggota masyarakat, Indosiar akan menjadikannya sebagai masukan.

"Ini kan tayangnya masih awal-awal yah, baru seminggu, jadi ini kan bukan keseluruhan ceritanya. Tapi di sini kami ingin menyampaikan kalau kami tidak ada maksud untuk menyinggung atau melecehkan agama mana pun," tutur Gufron.

'Hareem' yang tayang Senin hingga Sabtu mulai pukul 19.00 WIB itu bercerita mengenai seorang pria yang menganut poligami dalam rumah tangganya. Cerita tersebut mirip dengan kisah Syekh Puji yang bikin heboh itu. (Detik.com)

5 komentar:

Fadilah mengatakan...

Menurut saya, film Hareem ini sangat bermanfaat sekali. Selain kita mengetahui apa yang sebenarnya dimaksud dengan poligami, juga diajarkan bagaimana harus sabar dalam menghadapi setiap cobaan dan fitnah.

Tidak hanya itu, kita juga bisa mencontoh sosok Inayah dan Aryo yang selalu tetap menjaga keimanan dan mencoba jujur dalam setiap kondisi. Mereka dengan ikhlas membantu orang - orang yang sedang mengalami kesusahan walau mereka sendiri sedang susah.

Selain itu juga, akhir - akhir ini Hareem selalu diakhiri dengan dakwah oleh salah satu Ustadz (saya lupa namanya). Saya suka sekali dengan dakwahnya.
Jadi kita bisa mengerti apa manfaat dari film yang ditayangkan ini.

Walaupun terkadang saat menonton, kita melihat kekerasan dan juga merasa tensi (karena melihat Ummi Desi dan Abi), tapi bukankah itu semua bisa mengenalkan pada kita bahwa mana yang baik dan mana yang buruk. Dan juga pemeran utama, Shandy Aulia (yang maaf.. beragama non-Islam) yang mungkin lebih baik diperankan oleh orang Islam. (hanya saran..)

Jadi saya sangat mengharapkan sekali Hareem tetap dipertontonkan di Indosiar.

Semoga sukses!
Jika ada salah kata, harap maklum.
Saya masih kelas 3 SMA di Tarakan..

Anonim mengatakan...

fadilah kamu itu muslim atau bukan siy, mungkin karena kamu masih kelas 3 sma dan sekolah disekolah non islam sehingga pengetahuan kamu terhadap islam dangkal sekali. kamu bilang bisa mndapatkan ilmu mengenai poligami disinetron itu, bodoh sekali kamu drpd belajar mengenai poligami disinetron itu mending kamu searching di internet cari ilmu yang tidak membohongi kamu.
tolong sebelum menulis sesuatu diinternet apabila menulis setuju diantara banyak yg tidak setuju sebaiknya dilandasi ilmu yang benar.
apakah di agama mu diajarkan untuk mencintai dan berusaha merebut istri dari bapak mu. apakah harus digambarkan seorang anak yang menganggap bisa mencampuri urusan "kamar" antara bapakmu dan istrinya.
kamu bisa mejawab saya anak itu kawin dipaksa sebenernya dia tidak mau, sehingga boleh seorang anak laki2 yg mencintai seorang wanita yg terpaksa menikah dengan bapaknya mencampuri urusan2 mereka sampai mendetil.
Kita tidak usah berbicara agama islam kalau memang tidak mengerti. Kita bicara hati nurani, menayangkan sebuah tayangan di primetime, dengan kualitas tidak mendidik, seorang anak sma yang terbiasa mabuk-mabukan, dan digambarkan bahwa mabuk itu nikmat, apa itu gambaran kamu dan teman-teman kamu sebagai anak sma,
mumpung masih sedikit episodenya, kita harus berusaha bersama menghapuskan sinetron itu dari televisi. Jangan sedikit pun kamu mendukung sinetron itu.
maaf kalau saya berbicara agak kasar, semua semata-mata untuk niat baik.

Selamat belajar!
jika ada salah kata, harap diambil maksud baiknya.
Saya sudah lulus SMA di jakarta

Anonim mengatakan...

sebaiknya jangan memaksakan kehendak, yg suka ya silahkan, yg tidak suka ya silahkan juga berjuang dengan aturan hukum yg berlaku

Maulana SH

Anonim mengatakan...

aku sih gak pernah nonton hareem, tapi melihat begitu derasnya kritik, aku lihat ada benar ada juga bias-nya.. benar ada yang anti, tapi para kompetitor juga bermain disitu.. Jadi, ya ikuti saja dulu sampai sejauh mana.. ini kan soal keyakinan umat, bukan masalah politik.. harap semua sabar dan berbesar hati...

Anonim mengatakan...

buat Anonim yang di Bawah Fadilah..

Blagu amat lu.. baru ngerasain sekolah yak.. baru lulus SMA di JAKARTA kok sombong.. malah bagus ada anak sekolah yg udah bisa memilah yang mana yg baik mana yg buruk.. jelas2 kok Hareem bagus ceritanya.. ga ada yg di injak2.. namanya juga sinetron kita ambil sisi positifnya aja.. ngapain kita mkinrin sisi negatifnya.. bnyak kok yg lebih ga mndidik.. contohnya Muslimah, apa2an udah naek haji klakuan masih aja kya setan.. lebih parah mana hayo..

Kuliah donk..
Gwe yg udah lulus SMA di Jakarta, Kuliah S1 di JAKARTA, S2 di Aussie.. Puaaass Loe..