15 Februari 2008

Apa Makna "Beda" dari TV One?

Presiden SBY meresmikan beroperasinya sebuah stasiun televisi (lama tapi) baru, yaitu TV One (eks Lativi). Apa yang membuat Pak SBY berminat meresmikan TV One? Apakah karena permintaan salah satu Menko-nya, Abu Rizal Barkie? yang konon kabarnya salah satu pemilik saham TV One melalui Anin Bakrie?. Begitu juga wawancara langsung dengan Wapres JK pada malam harinya. Alhasil, tidak anehlah jika para petinggi negri ini muncul diperesmian TV One.

Tertarik dengan jargonnya, saya coba mengikuti susunan acaranya yang menurut Karni Ilyas, salah satu direkturnya, "berbeda". Begitu juga menurut Dirutnya Eric Thohir. Kata "Memang Beda", tentu saja ditujukan untuk menarik minat pemirsa seperti saya.

Saya selalu tertarik dengan kata 'beda', karena berkonotasi akan munculnya sebuah karya kreatif atau inovatif, yang belum pernah dilakukan atau dilihat oleh orang lain. Untuk dunia program televisi, saya sudah banyak menemukan pola program TV yang masing-masing berbeda, seperti MTV untuk Musik, CNN untuk Berita, ESPN untuk Olah Raga, E! Channel untuk Info Selebritis, Travel & Living untuk Info Pariwisata, Asian Food Channel untuk acara masak memasak, Fashion TV untuk Info Mode, Model dan designer produk, Animal Planet untuk Info dunia binatang, Discovery Channel untuk feature fiksi dan Disney Playground untuk acara dunia anak. Stasiun televisi yang dapat dijumpai di tv kabel tersebut betul-betul beda secara nyata dalam susunan dan pola programnya. Apakah seperti itu yang dimaksud TV One?

Tapi saya agak kecewa, setelah diperhatikan sejak peluncurannya, di TV One tidak ada yang beda. Maaf, bukannya saya under estimate, tetapi sangat yakin tidak akan ada perbedaan antara TV One dengan TV yang lainnya (RCTI, SCTV, Indosiar, TransTV, MetroTV, dll).

Selama TV One masih menyiarkan acara-acara seperti Berita, Olah Raga, Hiburan, Belanja, Believe It or Not atau beberapa acara lainnya seperti yang dipromosikan di layar kaca-nya, saya pikir itu belum beda. Itu akan tetap sama dengan TV lain. Yang beda cuma 'chasing'-nya.

Untuk bisa disebut beda, program TV harus betul-betul beda dalam artinya yang nyata antara TV yang satu dengan yang lainnya, seperti contohnya TV yang saya sebut diatas. Semoga TV One tidak mengaburkan makna "Berbeda" mulai dari awal peluncurannya.

9 komentar:

Anonim mengatakan...

YANG DIMAKSUD "BEDA", MUNGKIN NAMA DAN LOGONYA. DULU LATIVI, SEKARANG TV ONE. HIHIHIHIHIHIKKKK

Anonim mengatakan...

Beda oponya rek??? Wong sami mawon toh???? :-(

Anonim mengatakan...

Yang penting sih, jargon dulu.. Kenyataan sih nanti dulu...

Anonim mengatakan...

Gw gak ngerti apa maunya tv one, mungkin image baru aja kali yeeee

Anonim mengatakan...

Sama susunan direksinya juga beda sekarang hihihikkk

Anonim mengatakan...

Beda jadinya sekarang lho, bukan lativi lagi yang penting huahaha

Anonim mengatakan...

lha itu di tulisan dah disebut, yang BEDA chasing nya...

yah, minimal ada satu perbedaan kan?

huehehe..

Anonim mengatakan...

Itu masalah Hoki kali.... beda rejekinya he...he...

Egie mengatakan...

Ni siapa sih yang punya blog? kayaknya yang punya blog ahli mengkritik dan memojokan neh, bercermin bung!!!! TVONE berdiri dari awal bukan demi anda dan bukan juga berkat anda! saya kira anda cuma omdo (omong doang).


dari ratusan artikel yang anda buat tak satupun memberikan dukungan kepada media televisi apalagi sampai memuji hahaha... dasar orang bodoh sok pintar, anda kira gampang bikin stasiun TV, kalo anda memang merasa lebih hebat dari mereka (pemilik stasiun tv) ya udah bikin stasiun tv yang maha sempurna seperti kritikan-kritikan pedas loe!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!1